Obat Salep Dan Krim Luka dari Bunga Tapak Dara

Yovie Wicaksono - 28 July 2018
Ketiga Siswa Kelas XII IPA di SMAN 3 Ponorogo, Berhasil Ciptakan Salep dan Krim Luka dari Bunga Tapak Dara. Foto : (Super Radio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Bunga tapak dara yang sering tumbuh liar di halaman oleh ketiga siswa SMAN 3 Ponorogo disulap menjadi obat oles luka atau salep dan krim herbal yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Ketiga siswa ini adalah Della Rahmadani, Rosida Eka Dikamurti, dan Francika Kirana Bella, mereka adalah siswa kelas XII IPA di SMAN 3 Ponorogo.

“Umumnya masyarakat kita lebih sering mengolesi luka dengan obat merah yang mengandung banyak bahan kimia, kalau salep ini bahannya alami karena dari daun tapak dara,” kata ketua kelompok Rosida Eka Dikamurti, Jumat (26/7/2018).

Rosida mengatakan, ide dari pembuatan salep dan krim ini karena jarangnya obat herbal untuk penyembuh luka. Daun tapak dara dipilih karena bunga ini banyak ditemukan tumbuh liar di halaman rumah. Pada daun tapak dara juga banyak alkaloid vinka yang berfungsi sebagai anti bakteri, anti kanker, dan anti inflamasi.

Dalam proses pembuatannya daun tapak dara yang sudah dicuci dan dibersihkan diblender dan dicampur dengan etanol. Setelah hancur dan lembut kemudian diektraksi untuk mengambil ekstrak daun tapak dara. Ekstrak daun ini kemudian dicampur dengan vaselin yang sudah dipanaskan dan didinginkan selama satu jam pada wadah cetak.

“Proses pembuatan salep ini bisa selesai dalam satu hari, dan salepnya bisa bertahan selama 3 bulan,” jelasnya.

Salep dan Krim Luka dari Daun Tapak Dara. Foto : Super Radio/Gayuh Satria)

Selain dibuat salep daun tapak dara ini juga dibuat krim untuk penyembuh luka. Prosesnya juga hampir sama yaitu ekstrak daun tapak dara ditambahkan dengan Asam Stearat, BHT, gliserin, dan NaOH yang kemudian dipanaskan dan diaduk rata sampai mengental dan menguap.

Sementara itu guru pembimbing Siti Nurwaqidah mengatakan, salep dan krim ini juga pernah dilombakan dan mendapat juara 1 se Jawa-Bali, dengan judul Catseus dengan ekstrak etanol daun tapak dara menjadi salep dan krim sebagai obat luka insisi kronis dengan beberapa variasi tipe basis pada musmukulus.

“Awalnya siswa saya minta mengirim naskah karya tulis ilmiahnya dulu, ternyata masuk 10 besar dan alhamdulillah mendapat juara pertama,” ujarnya. (gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.