Nyoman Nuarta Akan Pamerkan Puluhan Karyanya ke China

Yovie Wicaksono - 2 December 2018
Nyoman Nuarta (berdiri) di Wisma Duta KBRI Beijing, Sabtu (2/12/2018) malam, didampingi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun (kanan). Foto : (Antara)

SR, Beijing – Pematung kenamaan asal Bali Nyoman Nuarta akan memboyong puluhan hasil karyanya ke China untuk dipamerkan.

“Saya sedang mencari museum atau galeri yang bisa menampung 20 hingga 25 karya saya,” katanya kepada Antara, di Beijing, Sabtu (1/12/2018) malam.

Nuarta menganggap China sangat menarik sebagai negara untuk memamerkan sejumlah koleksi seni rupa terbaik yang dihasilkannya.

Menurut maestro seni rupa kelahiran Tabanan, 14 November 1951 itu, di China banyak museum dan galeri seni yang representatif untuk memamerkan karyanya.

Pada pameran lukisan tahun lalu di salah satu galeri seni terbesar di Beijing, patung Borobudur karya Nuarta yang terbuat dari perunggu cukup banyak menyita perhatian pengunjung dari China dan beberapa negara lainnya.

Namun pada pameran di Ibu Kota China itu, Nuarta tidak hadir karena disibukkan dengan proyek finalisasi maha karyanya, Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran, Kabupaten Badung.

“Nanti yang akan kami bawa ke sini bukan patung-patung gede karena saya, khawatir pintu museum atau galeri tidak muat,” ujarnya.

Dengan ditemani istri dan koleganya, Nuarta akan melakukan perjalanan di China selama beberapa hari.

“GWK sudah rampung dan kini sudah bukan tanggung jawab saya lagi,” tambahnya.

Dalam kesempatan di Beijing, Nuarta bertemu sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang difasilitasi oleh Duta Besar Indonesia untuk China merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun, dan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, Yaya Sutarya.

“Jangan takut untuk berkarya. Seniman Indonesia tidak kalah dengan China. Sudah bukan hal aneh, lukisan karya seniman Indonesia itu laku di luar negeri dengan harga Rp5 miliar hingga Rp6 miliar,” pesan Nuarta.

Lalu Nuarta menyebutkan patung GWK yang terbuat dari perunggu itu usianya bisa mencapai 100 tahun dan nilai pembuatannya hanya Rp150 miliar atau jauh lebih rendah dari karya sejenis di India yang mencapai Rp600 miliar dengan kualitas yang sama.

Selain GWK, karya besar Nuarta lainnya adalah Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya dan Monumen Proklamasi Indonesia di Jakarta, termasuk patung Bung Karno di tempat kelahirannya di Kabupaten Tabanan. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.