Nikmati Pameran “Tanah Air” Bertema Kepemudaan

Yovie Wicaksono - 23 September 2018
Suasana Pameran Foto "Tanah Air" di Surabaya, Sabtu (22/9/2018). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – House of Sampoerna, beberapa lembaga museum, pemerintah, dan kolektor pribadi menggelar pameran warisan budaya dan foto “Tanah Air” bertema kepemudaan. Rangkaian acara “Bhinneka Satu” ini mengangkat sejarah keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan.

Acara yang digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda ini, menghadirkan ragam warisan budaya, mulai dari lukisan, foto, artefak, kain, dan poster, termasuk replika buku Boedi Oetomo. Selain pameran foto pada 22 September – 11 November 2018, juga diadakan berbagai acara untuk generasi muda.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI Sri Adiningsih mengapresiasi pameran ini dan berharap bisa membangunkan semangat para generasi muda.

“Merupakan pembelajaran yang sangat luar biasa, karena dari sana kita bisa melihat sumpah pemuda dari kongres Sumpah Pemuda dihasilkan. Kita sekarang menjadi saksi sejarah. Saya harap dengan pameran ini bisa mengugah semangat generasi muda Kota Pahlawan,” kata Sri Adiningsih pada saat pembukaan pameran kepada Super Radio, Sabtu (22/9/2018) malam.

Direktur Urusan Fiskal dan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita mengatakan, Sumpah Pemuda dapat menjadi momentum bagi seluruh komponen bangsa untuk semakin merekatkan persatuan di tengah perbedaan demi kemajemukan Indonesia.

Tak hanya itu, setiap warga khususnya kaum muda juga dapat terus melakukan gerakan revolusi mental yang digagas oleh Bapak Pendiri Bangsa Soekarno untuk menghadapi tantangan bangsa, termasuk dibidang ekonomi.

Indonesia, sebagai bangsa terbesar keempat di dunia, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 di Indonesische Clubhuis (sekarang Gedung Sumpah Pemuda), hingga kini terus diperingati untuk meneguhkan kembali makna persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai bangsa dan negara.

Ikrar yang dilakukan para pemuda pada masa itu, merupakan hal bersejarah karena belum pernah ada satu pun bangsa yang melakukan ikrar seperti itu. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.