Muslimah NU Telusuri Isu Serbuan TKA di Morowali

Fena Olyvira - 30 January 2019
Muslimah Nahdlatul Ulama (NU) Melakukan Kunjungan Kerja ke Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, pada 28 - 29 Januari 2019. Foto : (Kantor Staf Presiden)

SR, Morowali – Muslimah Nahdlatul Ulama (NU) melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, selama dua hari, 28 –  29 Januari 2019 guna membuktikan informasi yang beredar mengenai serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) dikawasan tersebut.

Anggota Dewan Pakar Muslimah NU, Prof DR Hj. Masruroh yang turut dalam rombongan memberikan pernyataan saat kunjungan tersebut. Rombongan sudah mengelilingi semua kawasan dari pabrik, pelabuhan, mess buruh, sampai ke dapur. Masruroh mengakui memang melihat ada pekerja asal Tiongkok, namun jumlahnya hanya sekitar tiga ribu diantara pekerja asli Indonesia yang jumlahnya 32 ribu.

“Kalau dikatakan seperti yang viral di sosial media (Facebook), bahwa ada ratusan ribu bahkan jutaan TKA Cina di Morowali, itu hanya Hoax,” kata Masruroh yang juga mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, melalui rilis yang diterima Super Radio, Rabu (30/1/2019).

Jika dibandingkan, pekerja asal Tiongkok hanya sekitar sembilan persen dari total pekerja di IMIP. Masruroh juga mensyukuri serapan tenaga kerja Indonesia di IMIP sangat besar.

“Dari penjelasan pihak IMIP, mereka (TKA) nantinya akan kembali ke negaranya setelah transfer teknologi kepada karyawan Indonesia selesai. Artinya, ini merupakan hal yang positif bagi kita semua karena skill tenaga kerja kita semakin bertambah,” kata Masruroh.

Keberadaan kawasan industri IMIP ini, mempunyai dampak positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat Morowali secara khusus dan Indonesia secara umum.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko berkali-kali menegaskan agar masyarakat jangan mudah termakan informasi palsu tentang serbuan Tenaga Kerja Asing.

“Kita tidak diam. Kita akan awasi industri yang menyalahi aturan,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya Rabu (30/1/2019).

Kantor Staf Presiden bahkan pernah mengirimkan belasan jurnalis untuk melakukan investigasi lapangan di kawasan IMIP, Agustus lalu. Selama di lapangan, para jurnalis bebas untuk melakukan penelusuran. Saat itu para jurnalis menemukan TKA asal Tiongkok yang bekerja di Morowali jumlahnya kurang dari sebelas persen dari total pekerja. Berkurangnya jumlah TKA dalam enam bulan terakhir, disebabkan pekerja konstruksi asal Tiongkok sudah banyak yang pulang. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.