Muslim Milenial Bersatu Dukung Jokowi

Yovie Wicaksono - 15 February 2019
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan Cawapres Ma'ruf Amin (kanan), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) dan Ketua TKN Erick Thohir seusai memberikan keterangan terkait formasi tim sukses kampanye nasional Pilpres 2019 di Jakarta, Jumat (7/9/2018). Foto : (Antara)

SR, Jakarta – Muslim Milenial Bersatu (MMB) mendeklarasikan dukungan terhadap capres-cawapres 01, Joko Widodo (Jokowi) – KH. Ma’ruf Amin.
Dukungan tersebut dengan cara aktif di media sosial dan menyebarkan konten-konten kebenaran untuk melawan kebohongan.

MMB juga akan melakukan kegiatan persuasi dansecara rutin seminggu sekali mengadakan pengajian dengan mengundang para ustad sebagai pembimbing yang benar-benar mendukung NKRI serta objektif terhadap keberhasilan Jokowi selama ini.

Ketua Umum MMB, Khairul Anam mengatakan, Jokowi merupakan pemimpin Islam sejati yang telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.

Ia tidak pernah marah atau balik menghina orang-orang yang sengaja memfitnahnya untuk menurunkan kredibilitasnya dalam Pilpres.

“Pak Jokowi adalah pemimpin yang Islami dan merakyat, ia tidak pernah lelah melayani rakyatnya mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Di tangan beliau, harga BBM di Papua sama dengan di Jawa, Indonesia juga dipercaya sebagai negara tujuan investasi kedua di dunia, serta negara teraman kesembilan di dunia. Saat ini, kondisi ekonomi kita juga semakin stabil,” kata Anam, kepada Super Radio, Kamis (14/2/2019).

Anam meyakini generasi milenial atau pemilih muda memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada April mendatang.

Diperkirakan ada sekitar 40 persen suara yang berasal dari generasi milenial.

Menurut Anam, MMB merasa gelisah dengan gairah keislaman generasi milenial yang justru dimanfaatkan oknum-oknum/ kelompok tertentu untuk hal-hal yang negatif antara lain radikalisme, menyebarkan kebencian, dan menyebarkan kebohongan, baik melalui sosial media atau melalui pengajian-pengajian.

“Oleh karena itu, kami yang terdiri dari para aktivis generasi milenial, aktivis kemahasiswaan, aktivis kegiatan sosial milenials berhimpun dalam Milenial Muslim Bersatu, bersama-sama akan melawan hal-hal negatif tersebut,” kata Anam. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.