Musim Kemarau, Debit Sumber Air di Dua Pegunungan Kediri Mulai Menurun

Petrus - 11 August 2018
SR, Kediri – Sumber  mata air di sejumlah pegunungan di wilayah Kabupaten Kediri mengalami penyusutan, sejak sebulan terakhr ini. Penurunan debit mata air ini tidak lepas dari kondisi cuaca dan kekeringan yang terjadi saat ini.
Dikatakan oleh Randy Agatha, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, penyusutan sumber mata air yang terjadi secara terus menerus dapat berpotensi menyebabkan terjadinya kekeringan.
Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai krisis air bersih di sejumlah daerah.
“Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya krisis air bersih, di seluruh wilayah Kabupaten Kediri, mau pun dari hasil pemantauan kami di lapangan,” kata Randy
Apabila nanti ditemukan atau terjadi kekeringan, BPBD Kabupaten Kediri memastikan telah siap melaksanakan penanganan kedaduratan, yakni melakukan dropping air bersih.
Randy juga mengharapkan peran aktif masyarakat, dan lebih berkoordinasi dengan BPBD apabila terjadi krisis air bersih. Hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Kediri mencatat, terdapat sejumlah wilayah yang mengalami penurunan debit air, terutama di dataran tinggi, seperti di Kecamatan Mojo, Kecamatan Semen, Kecamatan Tarokan, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Kendangan, Kecamatan Puncu, serta Kecamatan Kepung.
Semua daerah yang disebutkan tadi merupakan area pegunungan yaitu Wilis dan Kelud. Meski debit air turun, BPBD memastikan turunya debit air masih dalam kategori aman.
“Artinya, meskipun terjadi penurunan debit air, tetapi untuk kecukupan konsumi air untuk mencuci, memasak, itu masih mencukupi. Sampai saat ini belum terjadi bencana kekeringan atau krisis air bersih,” pungkasnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.