Musim Demam Berdarah, Omzet Petani Budidaya Ikan Bertambah

Fena Olyvira - 2 February 2019
Salah satu petani budidaya ikan asal Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah perangkat desa dan dinas terkait di Kabupaten Kediri gencar melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan ikanisasi. Gerakan ini dilakukan seiring merebaknya wabah demam berdarah di wilayah Kediri yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.

Penjabat Kepala Desa Gampeng Rejo, Kabupaten Kediri, Mugiono mengatakan, untuk ikanisasi pihaknya sengaja memilih ikan hias jenis cupang, karena memiliki karakter predator jentik nyamuk. Program Ikanisasi dinilai lebih efektif dibanding penggunaan obat serbuk yang dilarutkan di bak mandi.

“Kita sementara beli seribu ekor untuk disalurkan ke rumah warga. Saya ingin setiap bak penampungan air yang notebene gak gampang dikuras itu ada ikan.  Selama ada ikanya, jentik mesti dimakan,” ujar Mugiono, kepada Super Radio, Sabtu (2/2/2019).

Ikan hias jenis cupang memiliki keistimewaan dibanding ikan hias jenis lainya. Diantaranya dapat bertahan pada suhu yang dingin dan bisa ditempatkan dimana saja, seperti fast bunga, bak mandi, atau ditempat yang ada genangan air.

Salah satu petani budidaya ikan asal Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Heru Sulistiyo mengatakan, sejak Desember lalu permintaan ikan hias jenis cupang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menurut Heru, saat musim penyakit demam berdarah seperti sekarang, banyak perangkat desa yang datang ke rumahnya untuk membeli ikan cupang. Jika sebelumnya permintaan ikan hias jenis cupang per minggunya hanya 1000 sampai 1500 ekor, kini terjual hingga 3000 – 4000 ribu ekor.

“Permintaan ada yang dari petani, pedagang dan Kelurahan. Itu tadi ada Kepala Kantor Kelurahan Gampeng Rejo yang beli untuk program Ikanisasi. Kalau dari petani ini  memang pasar sudah mulai agak marak gitu,” ujar Heru.

Ikan  cupang yang dijual untuk program ikanisasi adalah jenis serit berusia satu bulan yang harganya  dijual antara 600 hingga 700 rupiah, tergantung ukuran besar kecilnya ikan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.