Museum Kanker Pertama di Dunia

Yovie Wicaksono - 11 July 2018
Museum Kanker di Surabaya. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Kanker payudara dan kanker serviks adalah dua penyakit paling berbahaya bagi perempuan.  Sayangnya tidak banyak masyarakat yang paham tentang bahaya kanker ini. Terkait dengan hal itu, di Surabaya terdapat sebuah tempat untuk kampanye kanker, yakni Museum Kanker.

Museum Kanker yang berada di Jalan Kayon, kota Surabaya ini menjadi museum kanker pertama di Indonesia dan dunia ini, ingin menyampaikan kepada pengunjung mengenai pentingnya mengetahui gejala, penyebab, dan cara mengobati kanker sedini mungkin.

Museum yang didirikan oleh Yayasan Kanker Wisnuwardhana ini memiliki sekitar 30 koleksi jenis kanker dalam bentuk nyatanya. Seperti bentuk kanker usus, kanker hati, dan kanker payudara yang terlihat dari organ manusia yang sudah terkena kanker lalu diawetkan dan dimasukkan kedalam toples. Di berbagai sudut ruangan juga terdapat poster yang berisi informasi tentang jenis, gejala, dan penyebab kanker.

Di museum ini, terdapat papan informasi atau billboard yang menunjukkan jumlah korban meninggal akibat kanker serviks tiap tahunnya. Angka yang tertera di papan informasi, tiap menitnya berubah mengikuti jumlah korban kanker yang meninggal.

“Melihat jumlah korban meninggal yang selalu bertambah disetiap menitnya karena terkena kanker serviks, saya sebagai anak muda merasa harus bisa belajar mendeteksi kanker sejak sekarang, agar dapat mencegah dan tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi dikemudian hari” ujar Martha (19) salah satu pengunjung pada Super Radio, Rabu (11/7/2018)

 

Salah Satu Koleksi di Museum Kanker Surabaya. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

Para pengunjung juga bisa mengetahui tentang tanda kanker payudara melalui sebuah kotak yang didalamnya terdapat silicon menyerupai payudara. Silicon ini sengaja dibuat menyerupai benjolan sebagai indikator kanker payudara. Diharapkan dari sinilah pengunjung bisa mulai mencoba periksa payudara sendiri (SADARI) sebelum terlambat.

Museum Kanker ini juga memiliki Klinik untuk melayani konsultasi kanker dan pemeriksaannya, seperti pap smear, nipple discharge, breast examination, dan seputar pengecekan dini terhadap kanker, dengan harga cukup terjangkau.

Berkeliling area belakang museum, terdapat poster berukuran besar yang menjelaskan mengenai sejarah kanker, dan juga terdapat jenis-jenis tanaman toga yang dapat digunakan untuk pengobatan kanker seperti pala, jahe, bawang putih, temulawak, kunir, dan lain lain.

Lalu di samping museum terdapat  “dinding berdoa” dimana pengunjung dapat  menuliskan doa untuk orang yang sedang berjuang melawan kanker diselembar post it yang ditempelkan di dinding doa tersebut.

Untuk mengunjungi museum ini, pengunjung tidak dikenai biaya. Buka pada hari Senin – Kamis mulai pukul 08.00 – 11.30 WIB, Jum’at mulai pukul 08.00 – 10.30, sedangkan untuk sore hari, Senin – Jum’at buka pukul 18.00 – 19.30 WIB. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.