Modus Pertemanan Singkat Jerat TKI di Hong Kong Kasus Narkoba

Yovie Wicaksono - 1 December 2018
Ilustrasi

SR, Hong Kong – Modus pertemenan singkat sering kali menjerat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong dalam kasus penyelundupan narkoba.

“Oleh sebab itu kami selalu mengingatkan para TKI agar mewaspadai orang-orang yang tiba-tiba ‘sok’ akrab, padahal baru kenal,” kata Konsul Bea dan Cukai Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Imik Eko Putro kepada Antara di Hong Kong, Sabtu (1/12/2018).

Imik menyebutkan beberapa kasus narkoba yang menjerat TKI di Hong Kong belakangan ini modusnya hampir sama.

“Ada orang yang meminta tolong beberapa TKI untuk mengambilkan paket barang. Padahal, orang itu baru dikenalnya lewat Facebook,” ujarnya.

Biasanya, para TKI yang kebanyakan perempuan itu terpikat oleh obrolan dan rayuan orang yang baru dikenalnya di media sosial.

Kemudian pelaku meminta alamat tempat tinggal TKI tersebut atau meminta bantuan mengambil barang di satu tempat.

“Kalau sudah ketangkap, hukumannya berat, bisa 18 sampai 24 tahun,” tambahnya.

Di KJRI Hong Kong terdapat pos pelayanan WNI (citizen service) yang di dalamnya mencakup unsur kepolisian, kejaksaan, kepabeanan, ketenagakerjaan, keimigrasian, dan kekonsuleran.

Dari sekitar 200 kasus yang dilaporkan ke pos pelayanan tersebut, sebagian besar adalah pengaduan kekonsuleran.

“Dari 200 kasus dalam satu tahun, sekitar 130 kasus sudah berhasil ditindaklanjuti,” kata Konsul Ketenagakerjaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, Sholahudin.

Saat ini pihak kejaksaan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hong Kong juga sedang melakukan pendampingan hukum terhadap TKI yang menjalani proses persidangan perkara narkoba. (*/ant/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.