Mitra BPJS Kesehatan Rasakan Nilai Tambah Program JKN

Yovie Wicaksono - 3 March 2017
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris (Berbaju Putih) Saat Mendengarkan Arahan dari Mantan Menteri Pendidikan M.Nuh di RS Islam, Surabaya, Selasa (28/2/2017). (Foto : BPJS Kesehatan)

SR, Surabaya – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS), telah memberikan dampak positif di pelayanan kesehatan. Di tengah segala perbaikan untuk penyempurnaan program, baik peserta maupun fasilitas kesehatan sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan mulai merasakan nilai tambah dalam menjalankan amanat undang-undang ini.

Sebagai contoh di Rumah Sakit Islam di Jalan Ahmad Yani Surabaya terjadi peningkatan kunjungan dengan rata-rata peserta JKN-KIS yang dilayani per bulannya mencapai 8.297 kunjungan untuk Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan 536 kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL).

Berdasarkan data pembayaran klaim sejak bulan Januari 2016 sampai bulan Januari 2017, rata-rata klaim RS Islam Ahmad Yani Surabaya mencapai Rp 1.736.574.085,- untuk pelayanan RJTL dan Rp 2.181.693.287,- untuk pelayanan RITL.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, selain jumlah peserta yang meningkat, fasilitas kesehatan (faskes) yang menjadi provider JKN – KIS juga bertambah. Artinya, program JKN -KIS sangat dibutuhkan masyarakat dan saat ini semakin banyak rumah sakit yang berminat jadi mitra kerja BPJS Kesehatan untuk melayani peserta JKN – KIS.

“Program JKN – KIS punya daya tarik bagi fasilitas Kesehatan yang mampu melihat peluang. Selain memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, JKN – KIS, juga telah membuat rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan semakin bertumbuh. Salah satunya adalah Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya ini,” ujar Fachmi, Jumat (3/3/2017).

Disisi lain, Fachmi juga memberikan catatan, saat ini distribusi fasilitas kesehatan masih belum merata, baik tingkat pertama maupun tingkat lanjutan. Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan rujukan di beberapa wilayah juga belum lengkap sesuai standar kelas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kami mengharapkan peran serta mitra BPJS Kesehatan,” tegas Fachmi.

Hingga Februari 2017, dari total 2.013 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, 873 adalah rumah sakit swasta (termasuk RS BUMN/BUMD) yang telah bekerjasama BPJS Kesehatan. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.