Mewujudkan Kesejahteraan dan Kesehatan Lansia Melalui Program JKN KIS

Petrus - 8 June 2018
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Agatha Retnosari, saat serap aspirasi dengan ratusan Lansia di Surabaya (foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Lanjut usia atau biasa disebut Lansia merupakan manusia penting dalam hidup masyarakat, yang selama ini sering kali diabaikan keberadaannya. Padahal banyak hal dapat dilakukan untuk memuliakan dan mensejahterakan para Lansia, terutama dalam hal pelayanan kesehatan. Hal ini disampaikan Agatha Retnosari, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, saat turun ke masyarakat pada masa Reses II Tahun 2018.

“Lansia adalah manusia-manusia penting bagi hidup kita. Tanpa lansia, tak akan ada generasi muda, dan semua orang muda pada waktunya juga akan menjadi lansia. Karena itu, memuliakan para lansia di masa kini, adalah memuliakan masa depan,” kata Agatha Retnosari, melalui keterangan pers yang diterima Superradio.id.

Bersama BPJS Watch, sebanyak 150 orang Lansia se-Kelurahan Manyar Sabrangan, dikumpulkan untuk mendengarkan aspirasi langsung para Lansia, terutama dalam hal pelayanan kesehatan.

Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2014, jumlah warga Lansia sebanyak 18,8 Juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2025 jumlahnya akan mencapai 36 Juta jiwa. Dalam Undang-undang No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, telah diamanatkan kepada penyelenggara negara Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan sosial para lansia berupa kemudahan untuk mengakses antara lain, pelayanan keagamaan dan mental spiritual, pelayanan kesehatan, pelayanan kesempatan kerja, kemudahan dalam penggunaan fasilitas, saranan dan prasarana umum, serta perlindungan sosial dan bantuan sosial.

“Saya akan berupaya agar Jawa Timur menjadi provinsi yang ramah terhadap Lansia, Bersama-sama dengan BPJS Watch akan bahu membahu mewujudkan program JKN KIS ramah warga Lansia,” terang Agatha.

Program JKN KIS ramah warga Lansia meliputi, mengedepankan promotif preventif dengan pengecekan kesehatan berkala oleh dokter langsung ke rumah para lansia. Mewujudkan pelayan kesehatan tanpa antrian khusus bagi para lansia, baik di FKTP dan Rumah Sakit, sehingga tidak terjadi lagi para lansia yang harus datang pagi buta hanya untuk mendapatkan nomor antrian, dan mengantri lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Selain itu, juga mengupayakan perubahan kebijakan pembatasan obat, agar para lansia tidak lagi harus pulang pergi ke apotik. Meminimalisir para lansia harus bolak balik RS akibat kebijakan satu hari satu poli spesialis.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.