Menteri Perhubungan Tinjau Kesiapan Pembangunan Trem Surabaya

Petrus - 21 October 2017
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota untuk membicarakan kesiapan pembangunan angutan massal Trem (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, di Balai Kota Surabaya, Sabtu (20/10/2017). Pertemuan antara Menteri Perhubungan dengan Walikota Surabaya terkait dengan pembahasan tindak lanjut rencana pembangunan angkutan massal Trem di Surabaya.

Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi atas persiapan yang telah dilakukan Pemkot Surabaya dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), dalam upaya membangun proyek Trem termasuk di dalamnya desain kereta api hasil karya anak bangsa.

“Kami sangat berterima kasih karena bu Wali dan jajaran sangat proaktif dalam membangun Trem. Selain itu, persiapan ini tidak hanya dilakukan di Joyoboyo tetapi di seluruh titik pemberhentian yang sudah direncanakan,” kata Budi Karya Sumadi.

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pembangunan Trem dipastikan tidak menggunakan anggaran dari pusat atau APBN karena ada keterbatasan, melainkan menggunakan APBU. Pihak swasta internasional maupun dari dalam negeri diberi kesempatan untuk ikut dalam pembangunan Trem ini.

“Dari informasi yang saya dapat dari bu Wali, pelelangan ini sudah mendapat respon yang cukup banyak dari para investor internasional, dan dari hasil pertemuan hari ini kami memutuskan untuk segera melakukan tender,” kata Budi.

Terkait peroyek pembangunan menggunakan APBU, Budi memastikan bahwa proyek itu mendapay jaminan dari pemerintah pusat berupa jaminan legal dan finansial.

“Kami memberi contoh pengalaman pembangunan kereta api di daerah Jabodetabek menggunakan proyek APBU, dan dari segi jaminan sosial sudah ada jaminan PSO terhadap investasi project ini,” ungkap Budi.

Budi mengakui bahwa sistem transportasi di Indonesia saat ini masih kurang baik, sehingga diharapkan dengan adanya proyek pembangunan angkutan massal di Surabaya dan Jakarta, sistem transportasi di Indonesia menjadi lebih baik.

“Kami berharap terobosan yang sudah dilakukan Surabaya dan Jakarta untuk mengatasai masalah transportasi di Indonesia mampu menjadi pilot project bagi kota-kota yang lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa pembangunan Trem tidak menggunakan uang APBN.

“Yang jelas tidak menggunakan APBN, tapi APBU,” kata Risma.

Mengenai tender, Risma mengatakan masih akan melakukan kajian beberapa hal yang dirasa penting. Sebelumnya, kata Risma, tim ahli nantinya akan bertemu terlebih dahulu dengan tim dari Kementerian Perhubungan, sebelum akhirnya melakukan sinkronisasi tender.

“Nanti kita akan pelajari bersama dengan tim, karena kemarin kita mau melakukan sendiri. Nanti coba kita lihat perkembangannya,” tandas Risma.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.