Menpar : Marketing Pariwisata Takkan Berjalan Baik Tanpa Digital

Petrus - 22 July 2017
Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Sekolah Menengah Kejuruan (Rakor SMK) Pariwisata ke-3

SR, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, bahwa di era globalisasi saat ini digital akan semakin akrab dengan kehidupan masyarakat, dan ke depan akan semakin kuat. Untuk itu, marketing pariwisata tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa menggunakan digital, karena pemasaran digital itu lebih murah, mudah, dan world wide.

Hal tersebut dinyatakan Menpar Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Sekolah Menengah Kejuruan (Rakor SMK) Pariwisata ke-3 di Jakarta, Jumat (21/7/2017). Rakor yang mengangkat tema “Peran SMK Pariwisata dalam Pengembangan Digital Tourism” tersebut diikuti 328 peserta, terdiri dari para Kepala Sekolah SMK seluruh Indonesia, dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan kepariwisataan.

Arief Yahya mengapresiasi berlangsungnya rakor ini secara dinamis dan interaktif, dan lebih mengkoordinasikan peran akademisi sebagai bagian unsur pentahelix pariwisata (Akademisi, Pelaku bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media).

Rakor ini mengimplementasikan tiga program utama  Kemenpar (go digital, akses air connectivity, dan homestay desa wisata), utamanya go digital dalam ranah SMK Pariwisata. Saat ini Kemenpar sedang giat melakukan sosialisasi Go Digital, dimana wisatawan mulai beralih ke platform digital karena lebih mobile, lebih personal, dan lebih interaktif.

“Prinsip dari go digital adalah more digital more personal, more digital more professional, more global. Teknologi digital ini menjadi bagian dari winning for the future customers semua lini di Kemenpar mulai  dari pemasaran, pengembangan destinasi dan industri, hingga kelembagaan dan SDM pariwisata,  semua berbasis pada digital,” kata Arief Yahya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Ahman Sya menjelaskan, wisatawan dunia kini mulai beralih ke platform digital. Selain itu,  pembagian informasi melalui platform digital 70 persen adalah di media digital dan promosi melalui media digital empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

“Rakornas ini merupakan kelanjutan dari Rakornas yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2016, yang menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan daya saing SDM Pariwisata Indonesia melalui penguatan tiga faktor. Yaitu penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris, penguasaan teknologi informasi dan manajemen,” kata Ahman.

Lebih lanjut, Ahman menjelaskan, rakor ini juga sebagai evaluasi terhadap hasil rakor sebelumnya.

“Sejauh mana pendirian lembaga sertifikasi profesi tingkat 1 di tiap SMK Pariwisata,” katanya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.