Menko Polhukam Tegaskan Persiapan Pengamanan Asian Games Hampir 100 Persen

Petrus - 2 August 2018

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan, persiapan pelaksanaan Asian Games 2018 sudah hampir mencapai 100 persen. Diakui bahwa masih ada hal-hal yang perlu perbaikan, namun hampir mencapai titik optimal pencapaian dalam persiapan Asian Games tahun ini.

“Intinya yang dapat kami laporkan pada masyarakat, bahwa kesiapan penyelenggaraan Asian Games ditinjau dari masalah pengamanannya, penyelenggaraannya, penyediaan fasilitas-fasilitas pendukungnya, termasuk time schedulenya, termasuk hal-hal yang menyangkut ticketing, pengaturan penonton, supporter dan sebagainya, sudah dapat dirancang dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” ujar Menko Polhukam Wiranto, usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri, Tentang Kesiapan Akhir Penyelenggaraan Asian Games Tahun 2018, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Terkait pengamanan, dilaporkan bahwa banyak hal yang telah dilakukan untuk mengantisipasi pengamanan terhadap berbagai kegiatan dan berbagai lokasi. Misalnya persiapan lokasi, yaitu ada lokasi akomodasi, lokasi even, kemudian transportasi, tempat-tempat hiburan, dan tempat-tempat tujuan wisata.

“Tempat hiburan barang kali nanti para supporter dari negara lain tidak hanya melihat Asian Games, tapi tentu melihat dan menyaksikan menuju ke tempat yang menjadi daya tarik wisata Indonesia, ini juga menjadi sasaran untuk diamankan oleh para petugas kita,” ujar Wiranto.

Demikian pula kesiapan pengamanan untuk mengamankan kontingen dari 45 negara. Aparat akan mengamankan pejabat-pejabat negara yang akan datang. Kemudian mengamankan dari kemungkinan adanya teman-teman yang berdemonstrasi.

“Khusus ini, saya mengharapkan masyarakat yang hobinya demo sementara libur dulu, ini even internasional, even kita, kita libur dulu sebulan ini tidak ada demo. Menjadi penonton yang sopan dan baik,” kata Wiranto.

Kemudian pengamanan khusus untuk negara-negara tertentu, dan pengamanan cyber karena ada kaitannya dengan masalah kontestasi politik.

Selain itu juga masalah asap. Wiranto Panglima menyampaikan ucapan terimakasih kepada Panglima TNI dan Kapolri, yang telah sungguh-sungguh berupaya menetralisir munculnya titik-titik api. Karena jika tidak ditangani dengan serius, maka dapat menjadi besar dan menimbulkan asap yang dapat mengganggu pelaksanaan Asian games.

“Sekarang sudah diatasi, dan Alhamdulillah sudah mulai ada hujan di Sumatera Selatan. Namun, tentu masih ada beberapa titik api yang perlu kita padamkan, tapi dijamin oleh Panglima TNI dan Kapolri bahwa selama Asian Game insya Allah bahaya asap sudah dapat dinetralisir,” katanya.

Wiranto mengatakan, pada saat pembukaan nanti yaitu pada 18 Agustus 2018, akan ada pengerahan personil yang cukup besar di Gelora Bung Karno, tempat dilakukan pembukaan even olah raga akbar se-Asia. Maka, pengaturan dan pengamanan telah direncanakan, sehingga masyarakat diharapkan dapat tenang dan dapat menyaksikan pembukaan itu dengan sebaik-baiknya.

Dari hasil laporan penyelenggaraan terakhir, jumlah orang yang terlibat dalam pelaksanaan Asian Games berjumlah sangat besar. Dilaporkan, dari 45 negara yang akan berpartisipasi, sebanyak 17.145 atlet akan bertanding, 7 ribu awak media, 30 ribu relawan yang terlibat dalam berbagai even, bahkan ada kurang lebih ada 5 milyar pasang mata yang akan menonton melalui televisi.

“Ini even besar, ini merupakan bagian dari bagaimana Indonesia bisa lebih terhormat di mata dunia, kebanggaan internasional kita, juga dalam prestasi atlet kita nanti,” kata Wiranto.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewabroto mengatakan, untuk prestasi atlet yang diharapkan mampu meraih medali cukup banyak yakni dari cabang olah raga bulu tangkis, pencak silat, jetski, angkat besi, dan beberapa cabor yang lain. Indonesia menargetkan dapat meraup 16 medali emas dari seluruh cabor.

”Berapa medali emasnya, yaitu paling aman 16 medali emas. Memang tadi dilaporkan 2 kali Asian Games itu adalah yang di ranking 10 itu, ada 10 atau 11 medali emas, kalau Indonesia menargetkan 10 atau 11 medali emas itu sangat beresiko,” kata Gatot.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.