Menko Polhukam Sebut Ancaman Potensial Berasal dari Dalam Negeri

Petrus - 8 September 2017
Menko Polhukam Wiranto dalam sebuah acara di UNJ (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto kembali menegaskan pentingnya pemahaman bela negara dalam kehidupan berbangsa. Diungkapkan oleh Wiranto, saat ini banyak ancaman terjadi di Indonesia justru berasal dari dalam negeri sendiri.

“Biasanya ancaman itu berkolaborasi dengan bangsa kita sendiri. Ada narkoba, terorisme, radikalisme, dan lain-lain. Kemudian, ada juga kelompok wasul atau waton suroyo yang hobinya menyalahkan pemerintah tetapi bukan memikirkan jalan keluar permasalahan yang terjadi saat ini,” kata Wiranto, saat memberikan pengarahan dalam acara pelantikan Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta Tahun 2017-2021 di kampus UNJ, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Wiranto menyimpulkan bahwa ancaman potensial saat ini berasal dari dalam negeri. Misalnya saja narkoba, dimana Bandar dan pengedarnya berasal dari Indonesia. kemudian terorisme yang berasal dari ISIS tapi pelakunya masyarakat Indonesia sendiri.

“Radikalisme, idenya dari luar tapi yang melaksanakan orang kita,” kata Wiranto.

Menurutnya, munculnya ancaman-ancaman tersebut karena ada pelemahan terhadap titik-titik kuat dalam sistem pertahanan Indonesia. Dikatakan, kondisi selama reformasi ada beberapa simbol-simbol kekuatan pertahanan Indonesia yang terdegradasi atau tergerus.

“Dari Pancasila, pemahaman UUD 1945, perasaan memiliki negeri namanya NKRI tergerus, perasaan satu nusa satu bangsa itu tergerus. Sehingga dengan adanya kondisi global yang borderless ini menyebabkan negeri kita sangat rentan, saya lihat ada satu degradasai yang mengkhawatirkan,” kata Wiranto.

Untuk itu, pentingnya bela negara untuk menghalau ancaman tersebut. Menko Polhukam kembali mengajak mahasiswa untuk menyadarkan diri sendiri dan elemen masyarakat lainnya dalam rangka membela negeri ini.

“Karena kalau tidak bela negeri ini kita tidak akan stabil, kita tidak akan bisa membangun. Kalau kita tidak bisa membangun kita tidak akan bisa mensejahterakan masyarakat, kalau tidak bisa sejahtera maka masyarakat kita akan kalah dari persaingan global dan itu sayang sekali,” kata Wiranto.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.