Menko Polhukam Minta Pengacau Bangsa Dihukum Berat

Petrus - 2 March 2018
Menko Polhukam Wiranto usai rapat di kantor Kemenko Polhukam, di Jakarta (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Pemerintah menegaskan akan menindak pihak-pihak yang dapat mengacau keamanan di Indonesia, termasuk melalui cyber. Jika ada yang melakukannya maka mereka bisa dikatakan pengkhianat.

“Dari awal sudah kita katakan bahwa kita menghadapi Pilkada, kita menghadapi Pemilu, ini tahun politik. Tahun politik berarti suhu politik memanas ini biasa. Tapi jangan sampai ada kelompok, perorangan, yang nyata-nyata memang merekayasa, men-design untuk mengacaukan ini,” kata Menko Polhukam Wiranto, di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Menurutnya, kalau negara sudah dalam keadaan aman, arahnya sudah benar, sudah mempersiapkan pemilu dengan baik, lalu dikacau hanya karena ingin mengacau, ingin supaya pemerintah gagal, itu namanya pengkhianat dan kejahatan.

“Oleh karena itu, saya minta kepada aparat kepolisian, kejar, tangkap, dan hukum sekeras-kerasnya, karena itu jelas akan mengganggu berbagai kehidupan bangsa,” kata Wiranto.

Sebelumnya, kepolisian berhasil menangkap kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian di dunia maya. Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, dan pencemaran nama baik Presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.