Menko Polhukam Minta Generasi Muda Diberi Wawasan Kebangsaan

Petrus - 20 July 2017
Menko Polhukam Wiranto menghadiri pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2017 di Universitas Negeri Gorontalo (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Gorontalo – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, banyak paham-paham baru yang mencoba masuk ke Indonesia di era globalisasi saat ini. Untuk itu, para generasi muda sebaiknya dipagari dengan diberikan wawasan kebangsaan.

“Pada saat globalisasi ini, ada paham-paham baru yang mencoba masuk ke Indonesia dan kalau tidak kita pagari dengan wawasan kebangsaan yang kuat, maka akan berbahaya bagi teman-teman kita dari generasi muda penerus bangsa,” kata Menko Polhukam Wiranto, dalam acara pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2017 di Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Kamis (20/7/2017).

Wiranto pun mengajak para peserta KKN untuk ikut merawat persatuan dan kesatuan bangsa ini. Dikatakan, bahwa organisasi atau kelompok yang bertentangan dengan empat konsensus bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, tidak boleh berkembang di Indonesia.

“Maka cara kita untuk memagari generasi penerus agar tidak masuk dalam paham-paham baru itu, yaitu memperkuat falsafah kebangsaan kita dan caranya dengan cara seperti ini (KKN Kebangsaan). Untuk itu, saya hadir di sini untuk memberikan motivasi, memberikan satu pemahaman, memberikan satu keyakinan bahwa kita Indonesia, kita Pancasila, kita NKRI, dan itu akan terus kita lakukan,” kata Wiranto.

Sementara itu,  Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, kegiatan KKN Kebangsaan ini memiliki posisi strategis bagi generasi muda. Selain untuk mencapai tujuan dan sasaran KKN seperti umumnya, KKN Kebangsaan ini juga memiliki misi khusus untuk merajut persatuan dan kesatuan NKRI.

“KKN Kebangsaan ini akan sangat bermanfaat di masa depan dengan terbangunnya jejaring kemitraan antar mahasiswa se-Indonesia, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik, profesional di bidangnya, dan terus merajut rasa kebangsaan, cinta tanah air, dan memahami serta menghayati Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah NKRI yang kokoh,” katanya.

Acara KKN Kebangsaan ini mengangkat tema “Merajut tali kebangsaan melalui penerapan program konservasi lingkungan dalam mendukung kedaulatan pangan berbasis pemberdayaan” dengan mengambil lokasi di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Gorontalo Syamsu Qamar Badu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Kapolda Gorontalo Brigjen (Pol) Rachmad Fudail, para Rektor dari berbagai Universitas, dan tuan rumah KKN Kebangsaan 2017, Bupati Bone Bolango Hamin Pou.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh 437 mahasiswa terbaik yang berasal dari 53 perguruan tinggi dari berbagai provinsi di Indonesia, dan perguruan tinggi dari Malaysia dan Jepang.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.