Menko Polhukam Himbau Agar Tak Politisasi Isu PKI

Yovie Wicaksono - 22 September 2017
Menko Polhukam Wiranto, saat memimpin Rakor bidang Polhukam di Jakarta (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menghimbau untuk tidak mempolitisasi isu PKI. Jika hal tersebut terus dilakukan maka rakyatlah yang akan rugi.

“Saya menghimbau jangan sampai ada hal-hal semacam ini untuk kepentingan politik yang akibatnya bangsa ini tidak satu lagi, bangsa ini terpecah belah, karena yang akan rugi adalah rakyat,” kata Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Menurutnya, untuk apa masyarakat terbelenggu oleh masa lalu tatkala banyak problem masa kini yang harus diselesaikan ke depan. Dikatakan, saat ini Indonesia sedang bersaing dengan negara lain sehingga butuh konsentrasi untuk masa depan.

“Lalu kita justru terjebak dengan masa lalu yang tak kunjung selesai bagaimana? Ini kita minta kesadaran masyarakat, seluruh elemen masyarakat, para tokoh, untuk ayolah kita selesaikan secara arif, jangan tiap tahun menjelang 1 Oktober selalu rebut masalah ini, jangan lagi malah ditunggangi oleh politik, tiap mendekati Pilkada, Pilpres selalu ada tunggang menunggangi,” kata Wiranto.

Mantan Pangab ini mengatakan akan membahas masalah PKI secara menyeluruh. Dijelaskan bahwa tahun lalu pemerintah sudah membahas ini yaitu bagaimana pemerintah akan mengungkap kembali, bagaimana yang disebut dengan pemberontakan G30S/PKI itu sudah masuk ke ranah pelanggaran HAM berat masa lalu.

“Tahun lalu sudah saya umumkan ke publik. Bahkan apa yang dulu terjadi merupakan satu perbedaan paham yang sangat prinsipil sehingga menimbulkan makar, menimbulkan korban, kemudian penyelesaian cara-cara yudisial sudah tidak mungkin lagi karena lamanya, karena saksinya, karena klaimnya yang begitu banyak, maka cara-cara non yudisial yang akan kita kedepankan. Bagaimana? Nanti kita kembangkan bersama-sama,” kata Wiranto.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.