Menko Polhukam Bersinergi Bersama BNPT Lawan Terorisme

Fena Olyvira - 17 January 2019
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berpesan kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk meningkatkan strategi dan kerja sama dalam rangka melawan terorisme. Terlebih tahun ini merupakan tahun politik yang harus dipastikan keamanannya.

“Saya berpesan kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk bagaimana meningkatkan sinergi dan kerja sama dalam rangka kita melawan terorisme. Mengapa demikian? Karena kita tahu sekarang tahun politik, ada pemilu yang merupakan satu acara lima tahunan yang sangat strategis bagi bangsa Indonesia, maka harus aman,” ujar Wiranto dalam rapat kerja dan penandatanganan perjanjian kinerja BNPT tahun 2019 di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Wiranto mengatakan, salah satu ancaman yang ada yaitu terorisme dan tidak mungkin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sendiri.

“Ada dua poin di sini. Pertama peningkatan sinergi BNPT dengan kementerian/lembaga yang akan membantu menyatukan satu potensinya melawan terorisme. Kedua, adalah satu hal yang cukup penting yakni pengembangan organisasi BNPT, ada penambahan deputi, ada penambahan wakil, sehingga itu merupakan satu bagian dari upaya kepala BNPT untuk lebih mengefektifkan kerja BNPT untuk menjamin keamanan nasional dari ancaman terorisme,” kata Wiranto.

“Saya memberikan apresiasi karena merupakan terobosan-terobosan yang dapat menjamin negeri ini aman ke depan, tanpa keamanan kita tidak bisa menjalankan demokrasi, tanpa demokrasi kita tidak bisa membangun negeri ini untuk mengembangkan apa yang telah kita capai sampai saat ini,” sambung Wiranto.

Terkait pengamanan menjelang Pemilu, Wiranto mengatakan jika hal itu sudah dilakukan dari awal, sehingga dengan mudah pemerintah dapat mengamankan dua kali Pilkada serentak kemarin.

“Dengan modal itu maka kita sudah punya rambu-rambu, instrument, dan indikator-indikator untuk bagaimana kita dapat mengamankan pemilu dan kesiapan dari kepolisian untuk mem-back up TNI sudah sangat prima,” kata Wiranto.

Wiranto juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama mengamankan perhelatan nasional ini. “Oleh karena itu, kita mengharapkan bahwa prosesi dari pemilu itu sampai nanti 17 April bahkan sampai ke purna pemilu nanti tetap terjaga keamanan nasinonal, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan baik,” kata Wiranto. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.