Menko Polhukam Bantah Adanya Penolakan Terhadap Relawan Asing

Petrus - 15 October 2018
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto memberikan keterangan kepada wartawan (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, membantah adanya penolakan terhadap relawan asing yang berada di lokasi bencana gempa dan tsunami, di Palu dan sekitarnya. Menurutnya, pemerintah hanya melakukan pendataan terkait masalah keamanan.

“Ini ada kekeliruan. Di lapangan tidak pernah ada kita tolak relawan asing,  tetapi kita butuh juga keamanan, adanya security menjaga supaya daerah itu aman,” kata Menko Polhukam Wiranto, di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Wiranto mengatakan, sebelumnya pemerintah sudah memberikan peringatan atau imbauan ke negara yang membantu penanganan bencana ini, agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Dijelaskan bahwa pemerintah sudah memiliki tenaga ahli.

“Kita sudah warning ke negara-negara donor,  kalau membantu itu (tenaga ahli asing) kita sudah punya. Tetapi ternyata mereka sudah terlanjur mengirimkan. Saya katakan ke teman-teman dari Basarnas silahkan diterima saja, yang sudah terlanjur silahkan diterima, bukan ditolak,” katanya.

Bahkan, lanjut Wiranto, ia meminta agar relawan itu diterima dan dilihat apa yang mereka lakukan, sudah ada di Indonesia atau belum. Karena berdasarnya informasi yang ada, relawan dari Perancis dapat menyelamatkan korban tanpa membongkar.

“Tetapi yang belum datang tolong jangan dikirimkan. Tetapi relawan-relawan yang belum jelas juntrungannya dari manapun itu kita sisir, tanya dari mana,  persyaratannya. Kita perlu persyaratan, aturan, ngga sembarang orang datang ke sana.  Jadi jangan digeneralisir bahwa kita menolak relawan,  tidak sama sekali,” kata Wiranto.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.