Menko Maritim Temui Pemerintah Tiongkok Bahas Kerja Sama Sektor Perdagangan dan Keamanan Laut

Yovie Wicaksono - 17 June 2017
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Komisi Politik dan Hukum Tiongkok, Meng Jianzhu di Tiongkok, Beijing, Jumat (16 Juni 2017) waktu setempat (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Beijing – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Komisi Politik dan Hukum Tiongkok, Meng Jianzhu di Tiongkok, Beijing, Jumat (16/6/2017). Pertemuan tersebut membahas kerja sama antara Indonesia dengan Tiongkok di bidang perdagangan maupun keamanan laut.

Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mulai membaik, terutama pada bulan-bulan Ramadhan seperti saat ini yang dianggap stabil. Selain itu, devisa yang dimiliki Indonesia pun terbilang tinggi, yakni 125 miliar dolar.

“Tentunya ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” ujar Luhut.

Luhut tak menampik jika dibandingkan dengan Tiongkok pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh. Oleh karena itu, pihaknya berkunjung ke Tiongkok untuk membangun kerja sama yang bagus dalam bentuk Belt and Road Forum bersama Tiongkok.

Secara pribadi, Luhut juga mengatakan bahwa dirinya juga telah melakukan pertemuan dengan dengan pihak Amerika di Washington  beberapa waktu lalu. “Secara pribadi, saya juga ingin sampaikan bahwa minggu lalu saya juga telah melakukan pertemuan dengan pihak Amerika di Washington,” ungkap Luhut.

Sebelum usai melakukan dialog dengan pihak pemerintah Tiongkok, Luhut juga tak luput membeberkan beberapa titik investasi yang menjadi objek penting yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia saat ini. Di antaranya adalah proyek teritegrasi di Sumatera Utara. Menurut Menko Luhut, pihaknya kini tengah menyiapkan hydro power untuk pembangunannya.

Selain itu, ada juga industri nuklir dan pelabuhan di Kalimantan Utara, pengembangan pariwisata yang terintegrasi di Bitung, Sulawesi Utara.

“Sedangkan masalah Tourist Destination seperti yang sudah dilakukan studi bersama Tiongkok dulu, sudah kami siapkan di Bali,” kata Luhut.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.