Menjaga Tradisi Ngemek Iwak

Yovie Wicaksono - 13 February 2017
Suasana Ngemek Iwak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. (Foto : Superradio/Krishna Adi)

SR, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menjaga kelestarian budaya setempat. Salah satunya adalah tradisi Ngemek Iwak (tangkap ikan).  Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, tujuan ngemek iwak adalah membudidayakan perikanan bagi para petani yang menanam padi.

Ngemek iwak juga mendorong warga desa, untuk membudidayakan ikan di sawah melalui mina padi. Mina (ikan) dan padi, merupakan bentuk usaha tani gabungan (combined farming),  memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam budidaya ikan air tawar.

“Melalui ngemek iwak ini, petani bisa tanam padi sekaligus budidaya ikan,” ujar Hary, Senin (13/2/2017).

Ngemek iwak yang merupakan tradisi lokal Banyuwangi ini, masih digelar rutin di Kecamatan Songgon dan Pesanggaran, setiap musim hujan dan saat tanam padi. “Ngemek iwak bisa berlangsung dua kali dalam setahun,” jelas Hary.

Hary menambahkan, benih ikan yang disebar pada saat ngemek iwak, merupakan sumbangan dari pemerintah melalui kelompok tani di masing-masing desa.

Selain menjadi tradisi rutin, ngemek iwak juga bisa diproyeksikan sebagai ekowisata. Misalnya saja di Desa Bayu, Kecamatan Songgon.  Di desa ini, terdapat 50 hektare sawah yang siap untuk budidaya ikan tawar melalui mina padi. Selain itu, terdapat 20 hektare sawah yang diproyeksikan untuk menjadi ekowisata.

“Nantinya akan dibangun kafe di tengah sawah, agar bisa menjadi destinasi ekowisata di desa ini,” kata Hary.

Di kafe tengah sawah tersebut, wisatawan bisa menangkap ikan dan langsung dimasak. Dengan mekanisme seperti ini, warga desa memiliki dua keuntungan. Selain bisa memanen padi, mereka juga bisa memanen ikan untuk kebutuhan sehari-sehari atau dijual.

Desa Bayu juga dikenal dengan kampung sayur,  karena banyak terdapat Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). “Gerakan ini untuk mewujudkan kemandirian pangan hingga tingkat rumah tangga. Banyuwangi telah membuat program Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari (Gema Pamili),” pungkas Hary. (ka/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.