Menjaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Yovie Wicaksono - 26 April 2018
Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri Saat Memberikan Keterangan Pers, Kamis (26/4/2018). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menyambut bulan Ramadan 1439 H, Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri melakukan koordinasi, untuk mengawal stabilitas harga di Pasaran. Tim ini terdiri dari Bank Indonesia Kediri,Disperindagtamben, Badan Pusat Statistik, Bulog Kediri serta Satgas Pangan Polres Kediri Kota.

Kepala BI Kediri Djoko Raharto mengatakan, di bulan Ramadhan, yang harus diwaspadai adalah kenaikan pangan komoditas hortikultura. Jenis produk pangan komoditas tanaman Hortikultura yang mendapat perhatian adalah bawang merah, cabe dan Telur. Sedangkan, bawang putih tidak termasuk karena sudah dihandel pemerintah pusat melalui kebijakan import.

Tim Pengendali Inflasi Daerah memperkirakan harga telur akan mengalami perubahan harga, dan mengalami kenaikan. Diperkirakan, kenaikan harga telur dipicu tingginya permintaan atau daya beli masyarakat terutama dari industri makanan.

“Khusus telur, meningkatnya permintaan terutama dari industri makanan,” ujar Joko, Kamis (26/4/2018).

Untuk komoditas beras dirasa masih aman karena stok masih mencukupi dan momentumnya bersamaan dengan datangnya panen raya pada bulan Maret lalu.

“Beras itu kan panen raya. Ya pada bulan Maret,” kata Joko.

Bulog juga akan menggelar operasi pasar beras murah yang nantinya didistribusikan kepada sejumlah pedagang. Selain Bulog, Disperindagtamben juga melakukan upaya pendistribusian penjualan beras murah melalui sejumlah kantor kelurahan di Kota Kediri. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.