Menjadikan Budaya dan Spiritual Sebagai Basis Membangun Masyarakat Jawa Timur

Petrus - 8 July 2018
Menteri Ristek dan Dikti M Nasir bersama Gubernur Jawa Timur Soerkarwo membuka Festival Kesenian Indonesia (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Kebudayaan merupakan dasar yang dapat menjadikan negara menjadi maju, kuat, dan berdaya saing. Kebudayaan dan spiritualitas merupakan basis kekuatan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, agar tetap mampu bersaing di tengah masyarakat global.

Menjaga kelestarian seni dan budaya serta kearifan lokal, merupakan salah satu cara untuk memperkokoh harmonisasi masyarakat di Jawa Timur, sehingga tercipta keguyuban, kerukunan, dan sekaligus penghargaan terhadap perbedaan.

“Lewat seni dan budayalah suasana batin yang kotor bisa dibasuh,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat pembukaan Festival Kesenian Indonesia (FKI) X, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/7/2018) malam.

Soekarwo juga mengapresiasi penyelenggaraan FKI ini, karena pagelaran seni dan budaya yang ditampilkan merupakan inisiatif yang luar biasa dalam mendukung kedamaian dan harmoni di Indonesia.

Taman Chandra Wilwatikta yang merupakan warisan leluhur, berada dibawah kaki Gunung Penanggungan, yang terdapat 122 candi di area ini. Keberadaan candi ini menunjukkan adanya nilai sejarah yang diwariskan oleh para leluhur.

“Disekitar taman ini, terdapat Candi Jawi yang mempresentasikan Candi Hindu-Budha. Itulah hakekat kebudayaan dari leluhur kita,” ujar Soekarwo

Kerajaan Majapahit yang terdapat di wilayah Jawa Timur, telah memberikan contoh cara hidup berdampingan dalam keberagaman. Dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, termuat mengenai Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa, yakni keberagaman hidup nusantara yang terdiri dari beragam suku dan agama di Indonesia, yang hidup secara rukun berdampingan.

Dalam kitab Sutasoma juga disebutkan tentang bendera merah putih Indonesia, yang berasal dari kata ‘gulo klopo’, yakni gula karena warna kemerah merahannya dan kelapa yang bewarna putih.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), M. Nasir mengatakan, kesenian Indonesia hendaknya berkolaborasi dengan pariwisata, travel, dan perguruan tinggi seni, sehingga menjadi sebuah industri pariwisata unggulan.

Bila diperlukan, sektor industri kesenian bisa dimasukkan dalam mata kuliah di masing masing perguruan tinggi seni di Indonesia. Keberadaan seni harus dapat mempunyai nilai tambah dan manfaat pada pariwisata Indonesia.

“Jika itu dilakukan, saya optimis seni dapat hidup serta memberi pertunjukan kepada wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Kita akan dorong dan buat agenda tahunan agar seni dapat berkembang dan seluruh negeri menjadi damai,” ujar Nasir.

Dalam kesempatan ini, diserahkan cinderamata kepada sembilan perguruan tinggi negeri seni, diantaranya Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, Intitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Banda Aceh, Tanah Papua, Bandung dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Yogyakarta, Surakarta, Denpasar Bali, STKW dan Institut Kesenian Jakarta.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.