Menhub Sidak Kesiapan Mudik Lebaran di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Yovie Wicaksono - 19 June 2017
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi sedang melakukan sidak salah satu Kapal yang ada di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan angkutan lebaran di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/6/2017). Menhub mengecek kesiapan sarana dan prasarana selama arus mudik di Pelabuhan Ketapang.

Budi Karya Sumadi tiba di Banyuwangi dan meninjau Pelabuhan Ketapang di Jalan Gatot Subroto, Banyuwangi. Disini, Budi langsung masuk ke dalam kapal penumpang KMP Dewana Dharma. Di dalam kapal, Menhub mengecek kondisi kapal dan tali pengikat truk dan mobil (lasing). Budi juga sempat bertanya kepada penumpang tentang kenyamanan kapal.

“Kedatangan saya ke Banyuwangi ingin memastikan kesiapan sarana dan prasarana penyeberangan jelang arus mudik. Sarana jadi perhatian kita karena beberapa waktu lalu ada mobil yang terguling di dalam kapal,” kata Budi.

Menhub mengatakan Safety menjadi prioritasnya untuk semua jenis transportasi perjalanan bagi para pemudik baik darat, laut dan udara. Khusus untuk Pelabuhan Ketapang, lasing mobil dan truk didalam kapal menjadi perhatian khususnya.

“Dari hasil pengamatan dalam kapal, memang perlu ada evaluasi terhadap lasing-lasing truk ataupun mobil. Karena kita tidak tahu kondisi tertentu apakah tenang atau ada ombak. Saya berharap ada sistem lasing yang lebih baik selain masalah develop service,” ujarnya.

Sementara itu untuk keberadaan motor di dalam kapal, Menhub tidak merisaukan keberadaannya. Karena menurut Menhub yang terpenting bagi para pemudik roda dua justru keamanan saat melakukan perjalanan di darat yang lebih besar resikonya.

“Kami menghimbau kalau bisa jangan menggunakan roda dua. Kalaupun iya, jangan berjalan sendiri, pengendara roda dua juga tidak boleh membawa penumpang maupun bawaan yang melebihi kapasitas dan harus beristirahat dua jam sekali,” himbau Menhub.

Budi juga meminta keamanan penyeberangan dapat ditingkatkan, dengan meminta operator bekerjasama intensif dengan pihak kepolisian.

Sementara itu Direktur PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Fery, Faik Fahmi mengatakan, terkait keselamatan penyeberangan dengan pemasangan lasing, pihaknya memastikan mengikuti peraturan yang ada.

“Intinya urusan keselamatan adalah kewajiban, pemasangan lasing merupakan  mandatory yang wajib kami perhatikan. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Secara intens kita melakukan pengecekan pemasangan lasing dan memastikan kualitas tali-talinya,” kata Faik.

Sementara itu, ditambahkan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT. ASDP Fery, Christine Hutabarat,  di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk telah disiapkan 49 unit  kapal penumpang dengan prediksi melayani 1,6 juta penumpang. Terutama mulai H-10 sampai H+15. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2016 yang masih mencapai 1,5 juta penumpang, dengan 222 ribu kendaraan roda dua dan roda empat mencapai 203 ribu. Diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3, atau Kamis (22/6/2017)

“Di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk armada tahun lalu sebanyak 39 dengan 9.711 trip, periode mudik tahun sekarang disiapkan 49 dengan 12.721 trip,” jelasnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.