Menhub : Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Jumat dan Sabtu, Pekan Ini

Yovie Wicaksono - 29 June 2017
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi sedang melakukan sidak salah satu Kapal yang ada di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

enaSR, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait, untuk mengantisipasi lonjakan kepadatan arus balik kendaraan usai libur hari raya Idul Fitri. Ia memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada H+4 dan H+5 Lebaran, atau pada Jumat dan Sabtu pekan ini.

“Saya memberikan catatan-catatan bagi semua titik-titik yang kemungkinan akan terjadi kemacetan, satu yang berlaku umum, saya dan atas diskusi banyak pihak memang dirasa perlu untuk melakukan suatu manajemen pembagian waktu dari balik mudik, kita tahu bahwa kecenderungan (masyarakat) semuanya ingin tanggal 1 dan 2 Juli. Tapi pada tanggal 1 dan 2 Juli semua akan menumpuk. Saat itu, truk juga sudah beroperasi penuh,” kata Menhub Budi Karya, Rabu (28/6/2017).

Ia menghimbau kepada seluruh pemudik untuk bisa kembali pada Kamis (29/6/2017) atau H+3 Lebaran. Menhub juga mengingatkan pemudik pengguna angkutan bus untuk menggunakan bus yang telah lolos pengujian. Untuk itu, ia telah meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak bus-bus yang tidak menggunakan sticker.

“Berkaitan dengan bus yang tidak laik jalan, saya sampaikan kepada semua Kapolda, Kapolres, Direktur Lantas untuk menindak bus yang tidak menggunakan stiker,” ujarnya.

Guna mengantisipasi pemudik sepeda motor, Budi Karya menghimbau para pemudik khususnya pengguna sepeda motor untuk memanfaatkan kuota mudik gratis dengan kapal laut, melalui titik keberangkatan di Semarang, Jawa Tengah tujuan Jakarta, yang saat ini kuotanya masih tersisa 70 persen.

Pada kesempatan yang sama Menhub juga menghimbau agar pemudik yang menggunakan angkutan pribadi untuk tidak berlama-lama di rest area, maksimal selama 30 menit. Hal ini dikarenakan jika lebih dari 30 menit maka akan terjadi penyempitan jalan yang bisa menimbulkan kemacetan panjang di ruas tol.

“Kepada pemudik, ada case dimana banyak yang ingin istirahat dan berlama-lama, saya menghimbau pemudik tidak berlama-lama di rest area, dianjurkan cukup 30 menit saja, jangan kita mementingkan diri sendiri, gunakan waktu sesingkat-singkatnya karena tempat itu akan digunakan pengguna jalan lain,” kata Budi.

Terkait hal ini, Budi mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolri dan pengelola jalan tol agar baik dari Kepolisian dan pengelola jalan tol, melakukan manajemen pengelolaan untuk membatasi kendaraan yang berhenti terlalu lama di rest area.

Budi Karya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian yang telah menciptakan angkutan mudik berjalan lancar dan tertib. Ia berharap kondisi ini terus ditingkatkan pada masa arus balik.

Sementara itu, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin menyampaikan rencana akan diberlakukan contra flow pada kilometer 68 sampai kilometer 40.

“Masalah contra flow arus balik, rencananya kilometer 68 sampai kilometer 40. Ini untuk hindari rest area di km 42, 52, 62. Jadi kita loloskan itu, terutama dari arah Tol Cipali. Kalau dari arah Cipularang tidak bisa,” ujar Benyamin.

Pemberlakuan contra flow ini, lanjutnya akan dilakukan secara situasional macet atau tidaknya jalan tol. Jika lancar contra flow tidak akan diberlakukan. Antisipasi kemacetan lainnya yaitu pihaknya akan membebaskan pembayaran di Gerbang Tol Cikarang Utama jika antrian ke arah Jakarta sudah mencapai 5 kilometer.

“Tidak ada skenario buang ke arteri di arus balik. Apabila di Cikarang Utama sampai dengan 5 kilometer ekornya (kemacetan), baru kita loloskan tak berbayar sampai itu mencair. Setelah cair, dikembalikan seperti semula. Lihat volume juga,” kata Benyamin.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.