Mengenal Supriadi, Bintang Timnas U-16

Yovie Wicaksono - 13 August 2018
Denan dan Kalsum, Orang Tua Supriadi, Bintang Timnas U-16. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Euforia keberhasilan timnas U-16 menjuarai AFF Cup 2018 masih terasa hingga saat ini. Apalagi yang dikalahkan dalam pertandingan final yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo adalah timnas Thailand U-16 dengan skor 4-3 (1-1) melalui adu penalti.

Salah satu keberhasilan timnas U-16 di ajang tersebut adalah konsistensi permainan Muhammad Supriadi. Pemain sayap asal Surabaya ini selalu menjadi pilihan utama ataupun alternatif di kala timnas U-16 mengalami kesulitan dalam membongkar rapatnya pertahanan lawan. Supri, demikian panggilan akrabnya, merupakan pemain yang memiliki kecepatan dan skill yang baik, serta kerapkali merepotkan pemain belakang lawan.

Supri yang kini menjadi idola baru para penggemar sepakbola, ternyata memiliki perjalanan yang tidak mudah dalam meniti karirnya sebagai pemain sepakbola. Kalsum, sang ibunda mengatakan, untuk bisa ikut turnamen Supri harus menabung terlebih dahulu.

“Dulu Supri itu susah, kalau mau ikut turnamen dia harus nabung dulu, bantu ibu jualan es dipinggir lapangan, saya pun sampai hutang kesana kemari dan menjualkan dua glangsing pakaian saya dengan harga enam puluh ribu agar Supri bisa tetap ikut turnamen” kata Kalsum kepada Super Radio, Senin (13/8/2018).

Sang ayah, Denan (68) juga sempat tidak mengizinkan Supri bermain sepak bola lagi, karena keterbatasan biaya. Apalagi Denan, harus berhenti bekerja sebagai kuli bangunan karena terkena stroke ringan di saat Supri masih berusia 5 tahun.

Supri beruntung, karena kegigihan dan tekadnya membuat sang ibu terus mendukungnya dengan cara berjualan es di pinggir lapangan tempat berlatihnya Rungkut FC, dimana Supri bergabung sejak usia 5 tahun di klub ini.

Saat berlatih pun, tak jarang juga Supri mendapat cemooh dari teman-temannya. Ia juga sempat minder saat temannya memamerkan sepatu baru yang berharga ratusan ribu. Sedangkan, sepatu Supri hanya seharga tiga puluh ribu, itupun harus dijahit terlebih dahulu sebelum dipakai agar lebih awet.

“Yang penting kamu mainnya enak, bukan karena sepatunya yang mahal nak. Biar sepatunya jelek kan yang penting selalu bikin gol.” Kata-kata inilah yang seringkali disampaikan Kalsum untuk menghibur sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Supri.

Berbagai Medali yang Pernah Didapatkan Supriadi saat Mengikuti Turnamen Sepakbola. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

Saat menginjak kelas dua SMP, Supri pernah diajak oleh salah satu pemilik klub agar pindah ke Jakarta dan dijanjikan segala fasilitas. Namun ternyata hampir satu tahun Supri ditelantarkan tanpa kejelasan.

Anak keempat dari pasangan Kalsum dan Denan ini pun harus menjual sepatu dan juga bajunya untuk makan, bahkan saat dia sakit tidak ada yang merawatnya. Ia pun harus meminta tolong kepada salah satu pengurus PSSI untuk dibawa ke rumah sakit.

Hingga akhirnya, salah satu rekan Supri mengajaknya bergabung dalam klub Bina Taruna di Jakarta. Dari sinilah, bakat dan kemampuan Supri dilihat langsung oleh pelatih timnas U-16, Fachri Husaini yang kemudian mengundangnya secara personal untuk bergabung di timnas.

Sikap pantang menyerah, semangat, dan tekad yang kuat dari Supri serta keluarganya, akhirnya membuahkan hasil. Perjalanan yang penuh liku-liku itu kini berujung haru dan bahagia karena mampu mengharumkan nama sepakbola Indonesia.

Tidak lupa dengan masa lalunya, Supri selalu menyisihkan hasil yang diperoleh dari pertandingan untuk berbagi kepada sesamanya. Kalsum juga selalu berpesan kepadanya agar menjadi sosok yang tetap rendah hati.

Sampean punya uang jangan sombong nak, ingato dulu kerja kerasmu (Kalau kamu punya uang jangan sombong nak, ingat kerja kerasmu dulu).” Inilah pesan yang selalu disampaikan Kalsum kepada Supri. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.