Mengenal Pura Parahyangan Bogor, Tempat Wisata Religi di Bawah Kaki Gunung Salak

Petrus - 1 July 2017
Kompleks Pura Parahyangan Agung Jagatkarta menjadi salah satu pbyek wisata religi di Bogor (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Bogor – Libur Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Bogor merupakan salah satu kota tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi, khususnya oleh warga Jakarta karena jaraknya yang tidak jauh.

Banyak warga yang mengunjungi Puncak sebagai ikon wisata kota Bogor. Namun banyak juga tempat wisata lainnya yang tidak kalah menarik, salah satunya Pura Parahyangan Agung Jagatkarta atau yang lebih dikenal dengan Pura Jagatkarta.

Pura yang berada di kaki Gunung Salak ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu, tetapi juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Karena terletak di atas bukit maka warga bisa melihat sebagian kota Bogor dari Pura tersebut.

Dini, warga asal Dramaga, Bogor, mengaku sengaja datang ke tempat ini karena pemandangannya yang indah.

“Pemandangannya bagus karena kita bisa melihat ke bawah. Tapi sayang sekarang sedang mendung jadi tidak bisa terlihat semuanya,” katanya.

Sementara itu, Dita warga asal Ciampea, Bogor, mengaku baru pertama kali datang ke Pura Jagatkarta ini karena diajak bersama keluarganya. Ia merasa senang karena pemandangan di tempat itu sangat indah dan sejuk.

“Tempatnya sejuk, segar dan indah. Terus juga tidak macet kalau mau ke sini,” kata Dita.

Salah satu tukang parkir di Pura tersebut mengatakan, pengunjung di Pura ini cukup banyak jika hari libur. Meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan.

“Kalau libur banyak juga yang datang, kadang cuma untuk foto-foto saja. Tetapi tidak terlalu banyak seperti di Curug,” katanya.

Pura yang berada di daerah Ciapus, Kecamatan Taman Sari, Bogor, Jawa Barat ini merupakan Pura terbesar di Pulau Jawa dan terbesar ke 2 di Indonesia setelah Pura Besakih Bali. Pura ini dibangun pada tahun 1995 oleh seluruh umat. Meskipun sempat menuai pro dan kontra namun warga tetap membangunnya.

Di area Pura Jagatkarta ini juga terdapat Pura Melanting dan Pura Pasar Agung yang digunakan umat Hindu untuk berdoa.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.