Mengenal Candi Singosari

Yovie Wicaksono - 12 December 2016

SR, Malang – Peninggalan bersejarah yang cukup terkenal di kabupaten Malang adalah Candi Menara atau yang lebih dikenal dengan nama Candi Singhasari atau Singosari. Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Renggo, karena letaknya di desa Candirenggo, kecamatan Singosari, kabupaten Malang atau kurang lebih 10 kilometer ke arah utara kota Malang.

Candi Singosari bercorak Hindu dan diperkirakan dibangun pada awal abad 19 atau sekitar tahun 1800 – 1850. Dalam kitab Pararaton, Candi Singosari adalah tempat pendarmaan raja Kertanegara. Dalam kitab itu disebutkan, Ciri Ciwabudha dhinarma ring Tumapel, bhisekaning dharma ring Purwapatapan yang artinya Sri Suwabudha (sebutan raja Kertanegara) didharmakan (dibuatkan bangunan peringatannya) di Tumapel. Nama bangunan peringatannya adalah Purwapatapan atau Candi Singosari.

Cerita tentang Candi Singosari lainnya, juga dikisahkan dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca.Dalam kitab tersebut, dikisahkan tentang permainan politik Kertanegara dalam memperluas dan memperkuat Singosari. Akibat dari permainan politik inilah, Kertanegara berhasil dibunuh oleh Jayakatwang (Kediri) yang dibantu oleh Arya Wiraraja (Bupati Sumenep) dalam sebuah serangan di tahun 1292.

Setelah Kertanegara terbunuh, ada penghargaan yang diberikan kepadanya. Diantaranya sebagai Syiwa Budha yang diwujudkan di Candi Jawi, Bhairawa di Candi Singosari dan di Sagala sebagai Jina (Wairocana) bersama permaisurinya Bajradewi.

Pemujaan Dewa Siwa

Berdasarkan cerita yang termuat di kitab Pararaton dan Negarakertagama, Candi Singosari merupakan tempat menyimpan abu jenazah Raja Kertanegara. Namun oleh masyarakat setempat, Candi Singosari diyakini sebagai tempat pemujaan yang ditujukan kepada Dewa Siwa.

“Hal ini dibuktikan dengan adanya sistem mandala yang terlihat di Candi Singosari, berdasarkan arcanya adalah Candi Hindu,” ujar Mbah Kusumo (76), tokoh masyarakat setempat.

Candi Singosari juga merupakan simbol dari Lingga dan Yoni, karena adanya teras batur yang memiliki cerat pada sisi utara sebagai yoni dan candinya sebagai lingga. Di Candi Singosari juga terdapat beberapa arca, diantaranya arca Mahakala, arca dewa dan dewi, arca dewi Durgamahisasuramardini, dan arca Dwarapala.

Keberadaan Candi Singosari sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, membuat penganut agama Hindu datang untuk sembahyang. Biasanya, mereka datang pada malam purnama, galungan, kuningan serta perayaan agama Hindu lainnya.

Selain penganut Hindu, masyarakat dari aliran kepercayaan dan penghayat kepada Tuhan Yang Maha Esa juga datang ke Candi Singosari ini.

“Selalu saja ada yang datang untuk berdoa dan melakukan pemujaan di Candi Singosari. Termasuk juga mereka yang memiliki tujuan lain, seperti kesembuhan dan pekerjaan,” pungkas Mbah Kusumo. (sr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.