Mengangkat Tempe Menjadi Warisan Budaya Dunia

Petrus - 22 March 2018
Burger Tempe, salah satu makanan modern yang menggunakan olahan tempe untuk bahan membuatnya (foto : Humas UKWMS)

SR, Surabaya – Hampir seluruh masyarakat di Indonesia mengenal Tempe, sebagai salah satu makanan asli Indonesia. Terbuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan beberapa jenis kapang, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer atau Rh. arrizhus. Fermentasi tempe ini kemudian membentuk ragi tempe, yang selanjutnya memunculkan miselia kapang yang berwarna putih sebagai perekat biji kedelai sehingga tekstur tempe menjadi padat.

Tempe diperkirakan telah dikenal di Indonesia sejak abad ke 16, menurut Kitab Serat Centhini, sebagai makanan utama di keraton. Sedangkan pada zaman modern seperti sekarang ini, tempe menjadi makanan yang wajib dihidangkan di meja makan masyarakat Indonesia.

Sebagai bahan makanan, tempe dapat diolah menjadi beragam makanan seperti tempe goreng, tempe bacem, tempe mendoan, sambal goreng tempe, keripik tempe, brownies tempe hingga yang terbaru adalah coklat tempe. Tempe juga telah banyak dikenal oleh negara-negara di dunia, dimana kebanyakan vegetarian di luar negeri mengkonsumsi tempe sebagai pengganti daging.

Perkembangan tempe di berbagai negara asing di dunia, melandasi United States Soybean Export Council (USSEC) selaku produsen kedelai dari Amerika, menggelar 13th SE Asia Soy Food Symposium 2018 di Hotel Shangri-La Surabaya, 19-20 Maret 2018. Simposium ini menghadirkan 17 pembicara dari berbagai negara yang membahas mengenai perkembangan pemanfaatan kacang kedelai atau soy bean.

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) juga terlibat dengan menjadi salah satu pembicara, yaitu Prof. Dr. Agustinus Ngadiman selaku perwakilan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKWMS.

Pada materi yang dibawakan oleh Prof Aman Wirakartakusumah dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dijelaskan perlunya peningkatan dari segi produksi, manajemen, dan upaya pelestarian tempe sebagai bagian budaya Indonesia, agar tempe menjadi makanan yang berkualitas internasional.

Kaum perempuan dan pemuda sangat dibutuhkan kontribusinya untuk membantu para produsen tempe, baik pengusaha lokal maupun pelaku industri tempe. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan pengakuan bahwa tempe merupakan warisan budaya Indonesia.

Materi “A Collaborative Effort for Tempe Industry Upgrade & Improvement in Indonesia” dibawakan oleh Prof. Made Astawan selaku Ketua The Indonesia Tempe Foruml tekni (ITF). Diperlukan perbaikan kualitas tempe dalam hal teknik pembuatan maupun kebersihan produksi, yang harus dimiliki oleh seluruh produsen tempe.

“Cara kolaboratif yang dapat dilakukan adalah dukungan dari berbagai pihak yaitu pemerintah, produsen tempe, produsen kedelai, institusi riset pangan, dan industri pangan,” kata Made Astawan.

Kolaborasi dengan berbagai pihak ini, diharapkan dapat meningkatkan konsumi tempe di kalangan generasi muda masa kini. Selain memasyarakatkan tempe, upaya ini juga merupakan dorongan menjadikan tempe warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO.

Prof. Dr. Agustinus Ngadiman mengupas perihal tempe dilihat dalam sudut pandang warisan budaya Indonesia. Tempe yang terbuat dari kedelai, atau dalam bahasa Jawa disebut dhele seringkali muncul dalam lagu daerah. Salah satunya adalah lagu cublak-cublak suweng yang diciptakan Sunan Giri.

“Nilai sosial yang dimiliki tempe adalah, orang Jawa merupakan orang yang adaptif, berkompeten, dan dapat bergaul dengan setiap orang, karenanya tempe dapat dimakan dengan ataupun tanpa lauk pendamping,” ujar Prof. Dr. Agustinus Ngadiman.

Selain itu juga ada pembicara dari pelaku usaha, seperti Amita Buissink pendiri Tempe Tahu Mr. Bean, dan Stefanus Indrayana dari PT. Indofood Sukses Makmur. Pada acara ini, peserta simposium juga diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan makanan martabak dengan isian tempe sebagai pengganti daging. Ditampilkan pula inovasi sajian lainnya berbahan tempe, diantaranya Burger Tempe, Salad Tempe, Soup tempe, Brownies Tempe, dan juga Smoothies Tempe.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.