Menelusuri Makam Syech Al Wasil Syamsudin di Bulan Ramadhan

Petrus - 15 June 2017
Makam Syech Al Wasil Syamsudin di Kediri ramai dikunjungi para peziarah saat bulan Ramadhan (foto Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Ziarah makam menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan selama bulan puasa Ramadhan, terutama di makam para tokok ulama maupun orang yang dianggap menjadi cikal bakal penyebaran agama Islam.

Seperti makam Syech Al Wasil Syamsudin Setono Gedong, Kota Kediri, yang juga banyak dikunjungi para peziarah baik dari sekitar Kediri maupun dari luar daerah, seperti Blitar, Tulunganggung, Trenggalek, Solo, Malang, Lampung dan daerah lainnya. Jumlah peziarah yang datang meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Menurut keterangan Juru Kunci, Amir, puncak peningkatan peziarah biasanya terjadi pada saat mendekati malam Lailatul Qudar.

“Biasanya ramai dikunjungi pada saat malam Lailatul Qudar, pada malam ganjil 21,25,23,27 dan 29,” kata Amir.

Pada makam Syech Al Wasil Syamsudin, para peziarah membacakan tahlil serta ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dituturkan oleh Amir, keberadaan makam ini sudah lama ada dan menjadi jujugan para peziarah. Makam area disekitarnya kini menjadi salah satu situs bersejarah di Kediri. Berdasarkan sejarah semasa hidupnya, Syech Al Wasil Syamsudin dikenal sebagai toko ulama yang berasal dari Negeri Persia.

Syech Al Wasil Syamsudin kemudian meninggal pada tahun 1428, sebelum Wali Songo  muncul. Dalam literasi sejarah, Syech Al Wasil Syamsudin alias mbah Wasil datang ke Kediri untuk membahas kitab Musyarar atas undangan dari Raja Jayabaya. Tokoh inilah yang kemudian berupaya menyebarkan agama Islam di Kediri.

Di dalam area pusara Mbah Wasil, persisnya di bawah bangunan yang dipugar, terdapat tujuh makam para muridnya.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.