Menelurusi Gua Jepang dan Gua Belanda di Bandung

Petrus - 28 March 2017
Gua Jepang di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Bandung – Libur Hari Raya Nyepi banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, termasuk Kawasan Taman Hutan Raya Ir. Djuanda yang berada di Bandung, Jawa Barat. Meskipun hanya libur satu hari, namun banyak pengunjung yang datang untuk sekedar melihat Gua Jepang dan Gua Belanda.

Dua gua tersebut merupakan salah satu ikon yang cukup terkenal di kawasan Taman Hutan Raya itu. Disamping tempatnya yang cukup eksotik, dengan banyak pepohonan serta masih banyak juga satwa liar seperti monyet yang sering bermunculan.

Nurul, salah satu pengunjung asal Jakarta, mengaku baru pertama kali mengunjungi gua tersebut.

“Tempatnya unik dan bersejarah. Karena kita bisa tahu perjuangan pahlawan kita untuk membuat gua seperti itu,” katanya.

Namun tempat bersejarah tersebut nampaknya kurang terawat dengan baik, karena banyak coretan pada dinding-dinding gua, dari tangan-tangan orang yang kurang bertanggungjawab.

“Sayangnya para pengunjung kurang merawat dan seperti tidak mau menghargai jasa para pahlawan kita,” kata Nurul.

Sementara itu, Varhan, pengunjung dari Ciputat mengatakan, berkunjung bersama rekan kerjanya. Dia mengaku sengaja mengunjungi Taman Hutan ini dan baru pertama datang.

“Ini kunjungan pertama saya. Tempatnya menarik karena ada nilai sejarahnya,” kata Varhan.

Selain tempat wisata, banyak juga pengunjung yang memanfaatkan Taman Hutan ini untuk sekedar olahraga lari atau bersepeda. Taman Hutan tersebut juga kerap dijadikan sebagai tempat selfie atau swa foto.

Fadil, penduduk setempat mengatakan, setiap hari jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang. Menurutnya, jumlah ini akan semakin bertambah jika hari libur tiba.

“Bisa sampai seribuan yang datang kalau hari libuh,” kata Fadil.

Keberadaan Taman Hutan ini juga dimanfaatkan penduduk lokal untuk mencari rejeki, seperti menjadi tour guide. Untuk menjadi penunjuk jalan, para tour guide ini mematok harga Rp 30 ribu.

“Tapi kadang pengunjung memberi lebih dari itu,” kata Fadil.

Gua Jepang merupakan salah satu gua yang dibuat pada saat penjajahan Jepang. Melalui kerja paksa Romusa, rakyat Indonesia diharuskan membuat gua dengan kedalam lebih dari 150 meter selama 3 tahun.

Jarak antara Gua Jepang dengan Gua Belanda sekitar 800 meter. Berbeda dengan Gua Jepang yang difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan senjata dan bahan makanan, di Gua Belanda justru difungsikan sebagai tempat penahanan dan penyiksaan tawanan. Karena itu, kedalaman Gua Belanda cukup luas yaitu sekitar 750 meter.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, cukup membeli tiket dengan harga Rp 12 ribu per orang. Kemudian, ada tour guide yang bisa diminta untuk memandu jalan. Ada pula tukang ojek yang bersedia mengantar ke tempat-tempat tujuan dengan tarif minimal 30 ribu.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.