Mendekati Idul Adha, Pemkot Kediri Lakukan Pemantauan Hewan Kurban

Yovie Wicaksono - 13 August 2018
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban jelang Idul Adha (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Mendekati pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, mulai melakukan pemantauan distribusi penjualan hewan kurban. Pemantuan ini sudah dilaksanakan sejak beberapa hari terakhir, dan difokuskan pada para peternak lokal kota Kediri yang menjual hewan kurban secara daring (online) melalui medos maupun melalui transaksi langsung.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Ali Mansur mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap penjualan hewan kurban berupa kambing dan sapi yang dijual secara daring. Pengecekan telah dilakukan di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Umumnya, para peternak memasarkan hewan kurbannya melalui media sosial seperti facebook, yang tertera nama dan alamat pedagang sehingga memungkinkan terjadinya transaksi jual beli.

“Kalau penjual yang ada di Kota Kediri biasanya jualnya tetap di rumah-rumah,. Meski menjual secara online, transaksi tetap datang ke rumah sekalian mengecek keadaan ternak,” kata Ali, Senin (13/8/2018).

Ali Mansur mengakui jika pihaknya hingga kini masih terus melakukan pemantauan dan pengawasan, terhadap pedagang hewan kurban yang dipasarkan melalui sistem online dan yang dijual di rumah. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, agar tidak terjadi penjualan hewan kurban yang tidak sesuai dengan ketentuan atau peruntukannya, terutama terkait persoalan kesehatan.

“Kita melakukan pemantauan ke padagangnya yang jualan di rumah-rumah itu. Kita sudah mendeteksi yang dijual dirumah itu, sudah kita data,” ujarnya.

Hingga kini, hasil pengecekan terhadap hewan ternak masih relatif aman dan tidak ada masalah. Ali memperkirakan kebutuhan hewan kurban pada tahun ini masih relatif sama dengan tahun lalu. Bila ada kenaikan jumlah permintaan, diperkirakan tidak begitu banyak.

“Tahun lalu kita, untuk sapi sekitar 500 ekor yang dipotong, itu yang kita data. Terus untuk kambing sekitar 2 ribu. Dari tahun ke tahun trendnya cenderung stabil, tapi yang meningkat pada ternak kurban jenis sapi, sedangkan kambing cenderung stabil. Peningkatanya rata rata 50 ekor di pemotongan tiap tahunnya,” pungkasnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.