Memperjuangkan Perdamaian Dunia Ditengah Banyaknya Ancaman

Petrus - 11 July 2018
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, saat pembukaan acara Indonesia International Defence Science Seminar (IIDSS) 2018, di Jakarta (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Perdamaian dunia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan komitmen dan semangat yang tinggi, sumber daya yang banyak dan strategi, serta kerja keras berkelanjutan.

“Kita semua paham bahwa tantangan bagi perwujudan perdamaian dunia ini masih tinggi. Ancaman terhadap keamanan nasional dan internasional makin kompleks, sementara upaya dan kemampuan yang bisa dilakukan masih terbatas,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, saat membuka acara Indonesia International Defence Science Seminar (IIDSS) 2018, di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Mewakili Presiden RI, Wiranto mengatakan, potret lingkungan strategis saat ini diungkapkan dengan dua frase, yakni ketidakpastian lingkungan strategis yang masih tinggi, dan kompleksitas ancaman. Dijelaskan, serangan teroris pada bulan Mei di Jakarta dan Surabaya lalu mengingatkan bahwa Indonesia belum lepas dari ancaman terorisme.

“Saya mengingatkan, ini tidak hanya di Indonesia, jaringan terorisme internasional seperti ini bisa muncul di mana saja,” katanya.

Selain itu, ada juga ancaman jenis lain yang bersifat non-militer. Misalnya, kejahatan transnasional terorganisir, bencana alam, dan siber. Menurut Wiranto, kompleksitas ancaman bukan hanya karena lingkungannya yang transnasional, tapi juga karena bisa saling terkait antara satu jenis ancaman dengan yang lainnya.

“Dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan strategis dan kompleksitas ancaman ini, kebersamaan dalam mencari solusi sangat penting. Saya ingin mengajak kita semua, mari kita perkuat komitmen dan semangat untuk saling melindungi, saling membangun, melalui kerja sama yang efektif, produktif dan menguntungkan semua pihak,” kata Wiranto.

Wiranto menegaskan, bahwa tema yang diangkat dalam IIDSS tahun kedua ini sesuai dengan amanah UUD 1945, yang salah satu tujuannya adalah turut serta dalam menjaga perdamaian dunia. Oleh karena itu, kemampuan berdiplomasi merupakan pengetahuan dan keterampilan yang harus selalu ditingkatkan.

“IIDSS adalah bagian penting dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini mari kita gali bersama pemikiran ilmiah dan akademis, sebagai peluang-peluang yang bisa kita kembangkan untuk kepentingan bersama,” katanya.

Ada dua aspek utama dari Defense Science yang ditawarkan dalam IIDSS 2018 ini yang sangat penting untuk dikaji, yaitu dari perspektif defense study dan perspektif defense technologies.

“Seminar ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga dapat menghasilkan pemikiran, inspirasi dan dorongan bagi para pembuat kebijakan dalam memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan regional maupun global,” kata Wiranto.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.