Memorabilia 50 Tahun IFI Surabaya

Yovie Wicaksono - 20 August 2017
Suasana Pameran Memorabilia 50 Tahun IFI Surabaya. Foto : (superradio/Nirwasita Gantari)

SR, Surabaya – Institut Français Indonesia (IFI) di Surabaya merayakan 50 tahun persahabatan Prancis – Indonesia dengan mengelar pameran “Memorabilia 50 Tahun IFI Surabaya” di Galeri AJBS Surabaya, 18 – 31 Agustus 2017.

Pameran ini terbagi dalam beberapa segmen, seperti musik, visual komunikasi, sinema, pertunjukan, kiriman publik, seni rupa dan fotografi.

Tak hanya itu, pameran ini juga menampilkan karya instalasi sejumlah seniman yang pernah terlibat dengan IFI. Seperti Aripin Petruk, Ars Dewo, Jenny Lee dan Julie Bena.

Selain itu, partisipasi publik juga dilibatkan dalam pameran ini melalui dokumentasi arsip, video “testimoni” soal pengalaman paling berkesan terkait pusat kebudayaan Prancis. Mereka yang memberikan testimoni ini adalah rektor perguruan tinggi, seniman Prancis dan Indonesia, jurnalis, mahasiswa dan siswa anak-anak dari Indonesia, Prancis, Maroko dan Ekuador.

Salah satu arsip paling tua yang dipamerkan ialah surat pengangkatan seorang pegawai di tahun 1973. Saat itu IFI masih bernama CCCF Surabaya.

Direktur IFI Surabaya, Veronique Mathelin mengatakan, selama 50 tahun, sebanyak 500 seniman Prancis dan Surabaya saling bertukar ide di 5.000 acara kebudayaan dengan total 50 ribu siswa belajar bahasa Prancis. Oleh karena itu, banyak peristiwa yang telah terdokumentasi selama ini.

“Idenya adalah menyatukan dan mempertemukan kembali keluarga besar IFI, teman-teman IFI seperti media, kampus, semua institusi dalam sebuah pameran memorabilia dengan sentuhan artistik,” ujarnya, Minggu (20/8/2017).

Kurator Benny Wicaksono mengatakan, IFI memliki dokumentasi dan pengarsipan yang bisa ditiru, karena memorabilia di luar negeri menjadi bagian sejarah,

Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya sebelumnya dikenal sebagai Pusat Kebudayaan Prancis atau CCF (Centre Culturel Français) yang dibentuk pada 1967. CCF di tahun 1990 berubah nama menjadi CCCL ( Centre Culturel et de Cooperation Lingustique) dan kemudian berganti menjadi IFI mulai 2012 hingga saat ini. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.