Memasuki Musim Paceklik, Bulog Kediri Perpanjang OP Beras

Petrus - 10 January 2018
Kepala Bulog Sub-Divre Kediri Achmad Kholisun (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Memasuki musim paceklik, Bulog Sub-Divre Kediri memperpanjang waktu pelaksanaan operasi pasar, sebagai upaya untuk mengendalikan harga beras di pasaran. Sebelumnya operasi pasar dilakukan pada pertengahan November hingga akhir Desember 2017, menyikapi masih tingginya harga beras.

Kepala Bulog Sub-Divre Kediri Achmad Kholisun mengatakan, metode opeasi pasar yang dilakukan pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana komoditas operasi pasar dijual secara langsung kepada pembeli.

Namun, sekarang Bulog menjual beras melalui mitra kerja atau distributor, yang kemudian diturunkan ke pedagang. Pedagang menjual kembali ke konsumen sesuai ketentuan  harga eceran tertinggi, yakni Rp. 9.450 per kilogram.

Setiap harinya, Bulog mendistribusikan beras dalam operasi pasar melalui satgas mencapai 7-10 ton. Konsumen dibatasi hanya dapat membeli beras maksimal 5 kilogram per orang, sedangkan untuk mitra kerja tidak dibatasi jumlah beras yang didistribusikan.

Sesuai Intruksi Menteri Perdagangan Republik Indonesia, beras yang dijual melalui Satgas dilepas pada kisaran Rp. 8.000 per kilogram untuk wilayah Kota Kediri. Namun, khusus untuk daerah yang jarak jangkau lokasinya jauh, harga menjadi Rp. 8.100 per kilogram.

“Karena Kabupaten karena lokasinya agak jauh, kita menjual 8.100 rupiah per kilo, untuk kemasan 5 kilogram. Itu sesuai intruksi Mentri Perdagngan RI,” kata Achmad Kholisun.

Kelangkaan stok beras di pasaran yang menyebabkan kenaikan harga, disebabkan oleh usia tanaman padi yang ditanam masih satu bulan atau belum siap dipanen. Namun, diperkirakan stok beras akan kembali normal pada saat memasuki musim panen raya, yaitu pada pertengahan Februari hingga Maret.

“Tanaman padi di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, serta Kabupaten Nganjuk, saat ini rata-rata masih berumur satu bulan, sehingga mulai akhir November, Desember dan Januari merupakan awal masa paceklik,” terang Achmad Kholisun.

Hingga saat ini persediaan beras di gudang Bulog mencapai 7.300 ton, dan masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Maret mendatang.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.