Melestarikan Budaya Nganjuk

Yovie Wicaksono - 23 July 2018

SR, Jakarta – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Pemkab Nganjuk mengadakan Gelar Seni Budaya Nganjuk, Minggu (22/7/2018). Sejumlah kegiatan dipersembahkan dalam acara ini, antara lain tari khas Nganjuk yaitu Mahesworo Swatantra, atau lambang wanita cantik yang sedang menari untuk rasa syukur kepada Allah.

Kedua adalah tari Gembyang. Tari ini adalah proses tari yang dikemas dari kegiatan untuk waranggono sampai menjadi warang gono yang sebenarnya.

Di samping itu, juga ada pertunjukan yang mengambil cerita kearifan lokal yaitu Guta Kabayana Karing Kabeyan yang menceritakan sejarah Kecamatan Luyu khususnya untuk mendapatkan sumber air yang luar biasa saat itu.

“Harapan kami masyarakat yang ada di Jakarta dengan hingar bingar budaya yang sudah sangat maju tidak melupakan budaya daerah. Bahasa Jawanya leluri budoyo jawi, itu tetap dipertahankan oleh masyarakat Nganjuk dan sekitarnya yang ada di Jakarta. Jadi tetap mencintai budayanya,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Sugiyanto kepada Super Radio.

Sugiyanto menambahkan, pihaknya juga menyajikan tayub yang menjadi salah satu budaya khas Nganjuk. Ada juga pameran khas Nganjuk dan kerupuk pecel yang diberikan kepada masyarakat secara gratis. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.