Melestarikan Budaya Melalui Pertunjukkan Seni Tradisional

Petrus - 29 January 2017

SR, Surabaya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya secara regular dalam satu tahun di Balai Pemuda Surabaya. Pertunjukan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Surabaya, dalam hal seni dan budaya tradisional.

Pertunjukan seni dan budaya ini diawali pada hari Sabtu (28/1/2017), dengan menampilkan wayang orang “Baladewa Lena” yang dibawakan oleh grup Pamor Katon.

Wayang orang “Baladewa Lena” bercerita tentang Prabu Nurindra Kawaca yang ingin menuntut balas kepada Prabu Parikesit, sehingga dia menyiapkan pasukan untuk pergi ke Kerajaan Hastina. Di perjalanan, Raden Poncokusumo dari pertapaan Andong Cinawi bertemu dengan Raden Kertiwindu di tengah hutan.

Saat itu Raden Poncokusumo dihasut untuk merebut kerajaan Hastina, hingga akhirnya dia pun berangkat untuk menegur Prabu Parikesit. Dalam adegan-adegan drama wayang orang ini, diceritakan mengenai terjadinya peperangan hebat, yang mengakibatkan meninggalnya Prabu Resi Baladewa.

Tidak hanya wayang orang, berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnya siap disuguhkan bagi warga Surabaya, seperti penampilan tari gambyong.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, pertunjukan seni dan budaya merupakan bentuk edukasi di bidang budaya dan kesenian tradisional, dan akan dapat dinikmati secara gratis oleh warga.

“Sementara ini gratis tanpa biaya, bila ada perubahan lebih lanjut akan kita berikan informasi tambahan,” kata Widodo Suryantoro, Kadisbudpar Kota Surabaya.

Digelarnya aneka pertunjukkan di tengah kota Surabaya, diharapkan dapat dengan mudah diakses oleh warga dari berbagai wilayah. Para muda-mudi yang biasa mengunjungi Balai Pemuda, diharapkan dapat mengenal sekaligus melestarikan seni budaya bangsa Indonesia. Untuk kapasitas penonton, Balai Pemuda mampu menampung hingga 750 orang.

“Balai Pemuda merupakan tempat berkumpulnya para pemuda dalam berkesenian. Pemuda juga harus tahu tentang kesenian ini,” kata Widodo.

Setelah penampilan wayang orang “Baladewa Lena”, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya juga akan mengadakan berbagai penampilan seni secara reguler dua kali dalam sebulan, yaitu pada hari Sabtu. Selain wayang orang, juga akan ditampilkan seni Ludruk, Siswo Budoyo, Srimulat, dan yang lainnya. Total terdapat 8 grup penampil yang akan mengisi acara secara bergantian dalam setahun ini.

“Harapannya melalui edukasi seperti ini, pemuda dan pemudi Surabaya bisa mengerti tentang budaya bangsa. Mereka bisa tertarik belajar seni tradisional, dan ini merupakan bentuk pelestarian budaya,” lanjut Widodo.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.