Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Politik Identitas

Yovie Wicaksono - 17 January 2019
Rohaniwan Katolik, Romo Benny Susetyo,Pr. Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Surabaya – Maraknya politik identitas yang terjadi di Indonesia mendapat tanggapan rohaniwan Katolik, Romo Benny Susetyo,Pr.
Saat ditemui Super Radio, Romo Benny mengatakan, politik identitas dilakukan oleh calon pemimpin yang miskin ide dan gagasan, sehingga cara yang paling mudah adalah melakukan propaganda melalui isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Romo Benny menegaskan, politik identitas bisa menghancurkan persatuan, untuk itu masyarakat harus cerdas dalam menyikapi semua informasi terkait calon pemimpin.

“Masyarakat harus tetap waras dengan tidak ikut menyebarkan hoax. Kekuatan melawan politik identitas ada di masyarakat” ujar Romo Benny, Kamis (17/1/2019).

Untuk melawan politik identitas, masyarakat harus memilih dan tidak golput. Jika golput, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan seperti Amerika Serikat yang dipimpin Donald Trump, yang sebetulnya tidak dikehendaki rakyat.

Politik identitas sendiri tidak akan bisa hilang, dan hanya bisa dibatasi melalui regulasi atau peraturan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Misalnya soal larangan kampanye di tempat ibadah dan lembaga pendidikan. Selama ini yang terjadi adalah kurang tegasnya KPU dan Bawaslu. KPU dan Bawaslu harus jadi wasit yang tegas dalam Pemilu,” tegas Romo Benny.

Politik identitas di setiap negara atau kawasan selalu berbeda. Di Amerika Serikat, Donald Trump menggunakan isu migran dan anti Islam, di kawasan Amerika Latin menggunakan isu ekonomi dan di Indonesia memanfaatkan isu SARA. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.