Masyarakat dan Pemerintah Harus Bersatu Perangi Narkoba

Yovie Wicaksono - 11 February 2018
Kepala BNN Budi Waseso bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam pemberantasan narkotika, dan menyatakan bahwa narkotika atau narkoba adalah musuh negara. Kejahatan narkoba harus diperangi oleh semua elemen dalam masyarakat, karena merupakan permasalahan serius bangsa.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso, kejahatan narkoba sangat serius karena dapat menghancurkan generasi bangsa, terbukti dengan terus meningkatknya pengguna narkoba dari tahun ke tahun.

“Jenis obat dan yang mengkonsmusi terus meningkat. Bahkan, nilai transaksinya bisa mencapai triliunan rupiah,” kata Budi Waseso, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur di Jalan Suko Manunggal 55-56 Surabaya, Sabtu (10/2/2018).

Presiden, kata Budi Waseso, bahkan telah menetapkan Indonesia darurat narkoba, sehingga aparat bersama masyarakat harus memerangi narkoba. Budi Waseso meminta seluruh jajarannya senantiasa tegas dalam memberantas setiap penyalagunaan maupun peredaran narkoba di Indonesia.

“Jika perlu bandar narkoba ditembak ditempat jika kedapatan membawa narkoba. Saya siap bertanggung jawab dunia maupun akhirat, karena jelas membahayakan negara dan generasi kita,” tegas Budi Waseso.

Gubernur Jawa Timur Sorkarwo, mendukung upaya dan komitmen pemberantasan narkotika dengan melakukan perkuatan mental dan spiritual seluruh masyarakat. Menurut Sorkarwo, pembangunan fisik sangat diperlukan bagi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa, namun pembangunan mental atau spiritual manusia sangat diperlukan untuk melawan kejahatan narkoba yang dapat menghancurkan bangsa dari dalam.

“Saya setuju upaya BNN mengambil sikap dengan menembak langsung bandar narkoba pada saat melaksanakan tugas di lapangan, apalagi jika melawan saat terbukti membawa narkoba,” kata Sorkarwo.

Salah satu upaya yang sangat penting untuk dilakukan adalah deteksi dini dan pencegahan bahaya narkoba yang dilakukan oleh tiga pilar pembangunan, yakni Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa. Perangkat daerah di tingkat desa atau kelurahan itulah yang langsung berinteraksi maupun bertemu dengan masyarakat.

“Ini adalah proxy war dan menjadi ancaman negara yang serius. Maka RT/RW, Kelurahan, dan Kecamatan harus menjadi mata dan telinga dari pemerintah. Dengan demikian, permasalahan bangsa seperti narkoba hingga terorisme bisa terdeteksi,” ujar Soekarwo.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.