Manfaat Berlatih Tenaga Dalam untuk Kesehatan

Yovie Wicaksono - 3 April 2019
Ilustrasi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa tenaga dalam adalah ilmu yang berhubungan dengan magic, padahal tenaga dalam adalah suatu tenaga dalam diri manusia yang dapat menghasilkan energi tertentu.

“Tenaga dalam itu ada didalam tubuh kita, sebenarnya setiap orang punya, tapi setiap orang tidak merasa dan tidak pernah dilatih,” ujar Ketua Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Penyembuhan Tenaga Dalam (Lab. P4TD), Surabaya, Adianti Handajani, kepada Super Radio, Rabu (3/4/2019).

Seperti contoh, ketika seorang ibu melihat anaknya akan terjatuh, sang ibu akan bisa lari kencang untuk menyelamatkan anaknya, padahal sebenarnya yang berperan adalah tenaga dalamnya sehingga ibu tersebut dapat lari kencang diatas kemampuan berlari biasanya.

Tenaga dalam yang ada dalam diri seseorang dapat dilatih dengan cara senam pernafasan, seperti yoga, tai chi, ling tien kung, atau minimal dengan cara meditasi.

Senam pernafasan secara tidak langsung akan mempengaruhi fisiologi tubuh. Secara garis besar organ-organ tubuh yang dapat dipengaruhi adalah paru-paru, pembuluh darah, sistem pencernaan, dan masih banyak lagi.

Hasil yang diperoleh dari latihan pernafasan yakni badan terasa lebih segar bugar, daya tahan tubuh meningkat, tidak mudah lelah, percaya diri makin besar dan hati semakin tenang, lebih konsentrasi dan tidak mudah emosi, tingkat kecemasan semakin turun dan dapat menyembuhan beberapa penyakit.

Tenaga dalam sendiri merupakan bentuk pengobatan tradisional asli Indonesia. Lab. P4TD, di Jalan Indrapura, Surabaya memilih senam pernafasan Satria Nusantara untuk pelatihan tenaga dalam, karena dari sisi keilmuan dan medisnya dapat dibuktikan.

“Karena intinya Satria Nusantara adalah manusia itu terdiri dari simpul-simpul syaraf dan setiap syaraf ini membentuk medan listrik, medan magnet, yang itu kita kelola dengan latihan pernafasan anaerob (nafas tanpa oksigen), Sehingga saat seseorang dalam kondisi darurat, seperti di ketinggian yang memerlukan banyak oksigen dia sudah siap, karena pengolahan tadi sudah tersimpan di jaringan-jaringan selnya” ujar perempuan yang kerap disapa Tanti ini.

Pelatihan Satria Nusantara terbagi menjadi dua, yakni pelatihan aktif dengan senam pernafasan, dan pelatihan pasif dengan pemberian energi oleh penghusada (terapis), dengan syarat penghusadanya harus berlatih rutin dan keilmuannya sudah mencapai tingkat pengendalian lima.

“Dimana tingkat pengendalian lima itu dianggap sudah mampu mengobati diri sendiri maupun orang lain. Karena kalau belum mampu, terapis akan sakit atau yang diobati tidak sembuh atau justru sakitnya malah bertambah dari terapisnya masuk ke orang yang diobati,” terangnya.

Penghusada dari pusat Satria Nusantara Yogyakarta, Abdul Rifai mengatakan, kemampuan seseorang dalam mengolah pernafasannya sampai dapat menghasilkan energi, tiap orang membutuhkan waktu berlatih yang berbeda.

“Kalau dia kita latih sampai 12 hari itu dengan latihan yang benar, nafasnya benar, gerakannya benar, sesuai dengan ilmu yang kita ajarkan maka hasilnya akan maksimal, tapi itu semua tergantung dari individu masing-masing,” ujar pria berusia 76 tahun tersebut. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.