Malam Pergantian Tahun, Warga Surabaya Diajak Kurangi Sampah

Petrus - 30 December 2017
Ilustrasi. Jalan Basuki Rahmat, Surabaya tampak bersih dan hijau (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Momentum pergantian tahun menjadi saat yang paling ditunggu oleh banyak orang, termasuk warga Kota Surabaya. Saat pergantian tahun itu Kota surabaya akan menjadi salah satu kota yang banyak dipenuhi warga baik dari dalam maupun luar kota.

Berkumpulnya banyak orang pada malam pergantian tahun yang diikuti pola komsumtif, akan menjadi potensi penghasil sampah dalam jumlah besar pula. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya, yang mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan mengurangi sampah pada malam pergantian tahun.

Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Aditya Waskita mengatakan, ajakan mengurangi sampah merujuk pada Surat edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, SE.5/MENLHK/PSLB3/PLB.0/12/2017.

“Inti dari Surat Edaran Menteri LHK terkait himbauan bersih sampah pada perayaan Tahun Baru 2018, agar tidak ada sampah berserakan. Maka perlu kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat,” kata Aditya waskita.

Guna mendukung gerakan pengurangan sampah pada malam tahun baru, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya menyiapkan ratusan personel tenaga kebersihan, untuk mengantisipasi momentum malam pergantian tahun.

“Ada kurang lebih 300 pasukan kuning serta sekitar 120 staf di dinas. Kami juga menyediakan tempat sampah di beberapa titik. Ini agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Aditya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap malam pergantian tahun timbunan sampah di Surabaya bisa mencapai 6 ton. Jenis sampah terbanyak disumbang sampah kemasan atau pembungkus makanan dan minuman. Beberapa titik yang menjadi konsentrasi timbunan sampah diantaranya ada di akses-akses masuk ke dalam kota, pusat kota, Taman Bungkul, dan sekitar Jembatan Kenjeran.

“Banyak keramaian tentu akan menghasilkan sampah. Karena itu, kami mengharapkan masyarakat tidak membawa minuman kemasan atau plastik yang menimbulkan banyak sampah, tetapi bisa bawa tempat minum dari rumah sehingga bisa reduce dan reuse,” lanjutnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.