Mahasiswa Kediri Unjukrasa Tuntut Penyelasaian Pembangunan Jembatan Brawijaya

Petrus - 8 August 2017
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi di depan gedung DPRD Kota Kediri menuntut penyelesaian proyek pembangunan Jembatan Brawijaya yang mangkrak (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Kediri mendatangi Gedung DPRD dan Balai Kota Kediri, menuntut penyelesaian pengerjaan pembangunan Brawijaya Kediri. Dalam orasinya di halaman gedung DPRD, pengunjukrasa menuntut penyelesaian pembangunan jembatan Brawijaya yang saat ini terhenti pengerjaanya akibat terkendala persoalan hukum.

Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri, Apip Pramana menjelaskan, sampai saat ini pihak Pemkot Kediri masih serius untuk mendorong dilanjutkannya pembangunan jembatan Brawijaya Kediri. Salah satunya melalui penganggaran pembangunan jembatan sebesar 19 Milyar Rupiah sejak 2015.

“Ya targetnya, harapan kita sebetulnya sejak penganggaran dulu selesai, cuma karena ada permasalahan hukum itu, ya kita harus bersabar juga,” kata Apip Pratama.

Pembangunan jembatan Brawijaya Kediri diketahui mangkrak selama 4 tahun, karena tersandung persoalan hukum pada masa pemerintahan yang lalu, yang mengakibatkan dua orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mahasiswa mendesak Pemerintah Kota Kediri serius menyiapkan dan membentuk tim untuk penyelesaian pembangunan jembatan Brawijaya, paling lambat dua bulan kedepan atau pada Oktober 2017.

“Kami minta pembangunan jembatan Brawijaya segera diselesaikan, karena ini terkait kebutuhan masyarakat banyak,” seru orator aksi.

Massa aksi sempat ditemui Sekretaris DPRD Kota Kediri, Rahmat Hari Basuki, sedangkan anggota dewan sedang tidak ada di tempat karena sedang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.