Mahasiswa ITS Manfaatkan Limbah Marmer menjadi Bahan Campuran Pembuat Beton Berkualitas

Petrus - 10 June 2018
Tim Karya Brata saat pengerjaan beton dari limbah marmer (foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Limbah selalu identik dengan sesuatu yang tidak berguna, namun di tangan tiga orang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, limbah marmer dapat diubah menjadi beton berkualitas.

Ketiga mahasiswa itu adalah Dimas Sanda Wicaksana, Gifary Maulana, dan Tommy Anggryawan, berhasil mengubah limbah marmer berupa potongan dan serbuk marmer, yang sering kali menghambat laju air di sepanjang aliran sungai.

“Jika tidak ada penanganan (limbah marmer, red) lebih lanjut, maka akan menyebabkan bencana banjir di sekitarnya,” tutur Dimas selaku ketua tim Karyabrata ini.

Potongan dan serbuk marmer itu digunakan sebagai bahan tambahan pada pembuatan beton, dengan ukuran 15cm x 30cm, berbentuk silinder, dan bermutu 20 megapascal (MPa).

“Dalam proses pembuatannya, kami hanya membutuhkan waktu tiga hari dari waktu normal 28 hari,” ujar Dimas, mahasiswa program diploma 4 (D4).

Untuk meningkatkan workability dan mempertahankan keenceran beton, selain menambahkan limbah marmer, juga digunakan katalis berjenis sikacim.

“Harganya ekonomis dan memiliki mutu yang tinggi, saya rasa ini cocok digunakan untuk membuat beton versi mahasiswa,” lanjutnya.

Tim Karya Brata miliknya melakukan pengujian berulang kali hingga berhasil, diantaranya melalui pengujian slump-flow untuk menentukan flowability atau kemampuan alir dan stabilitas beton. Pengujian ini untuk mengetahui aliran beton yang memenuhi celah-celah sempit, akibat struktur yang terlalu dekat.

“Saat di lapangan kami kesulitan mengerjakan proses pencampuran pasir yang tergolong berlumpur. Pasir yang berlumpur akan menghambat penyerapan yang berakibat pada nilai kekuatan beton yang diharapkan,” kata Dimas.

Inovasi beton berbahan limbah marmer ini telah berhasil membawa pulang piala Juara 2, dalam Kompetisi Beton Nasional, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, belum lama ini.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.