Luncurkan Aplikasi untuk Pekerja Migran Indonesia, Menaker : Ada Tombol Panik Kondisi Darurat

Wawan Gandakusuma - 28 December 2018
Menaker Hanif Dakhiri di acara peluncuran aplikasi SIPMI, di Jakarta, Jumat (28/12/2018). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta — Untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia (SIPMI). SIPMI merupakan aplikasi mobile berbasis Android dan iOS yang bisa diunduh di play store maupun app store ini. Aplikasi ini diyakini mampu meningkatkan pelayanan dan perlindungan PMI, yang juga dilengkapi dengan tombol panik. Tujuannya, agar jika PMI dalam kondisi darurat membutuhkan bantuan, dengan menekan tombol ini pekerja lain yang terdekat akan mendapat notifikasi.

“Harapannya agar setidaknya ada pertolongan tingkat pertama. Ini merupakan platform berbasis komunitas dimana dunia yang terkait dengan pekerja migran bisa terintegrasi langsung melalui sebuah platform berbasis digital,” terang Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Menurutnya, aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh calon pekerja migran, pekerja migran, purna pekerja migran, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap perkembangan PMI. Platform ini bisa menjadi sumber informasi yang komunikatif dari pemerintah untuk PMI.

“Terkait regulasi, tata cara dan proses migrasi ke luar negeri, keadaan negara tujuan migrasi, dan lain sebagainya,” kata Hanif.

Ditambahkannya, aplikasi ini mudah diakses dan digunakan oleh semua orang terutama PMI, baik di dalam maupun luar negeri.

“Jadi ini jalur khusus lah, spesifik untuk pekerja migran Indonesia sekaligus melalui aplikasi ini pemerintah bisa menyerap apa yang menjadi aspirasi pekerja migran,” ujar Hanif.

SIPMI merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan diri kepada stakeholder terkait migrasi terutama PMI.  Aplikasi ini juga bisa digunakan oleh PMI non-prosedural, sehingga pemeritah bisa memonitor dan mendorong mereka agar menjadi TKI prosedural. SIPMI merupakan salah satu wujud konkret kehadiran negara, dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi PMI yang sudah berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.

Hanif menjelaskan, aplikasi SIPMI memiliki tiga prioritas utama. Pertama, menunjang kebutuhan pekerja migran Indonesia untuk berkomunikasi secara personal maupun mengelola aktivitas group, seperti personal chatting, group chatting, get and share location, baik dengan sesama pekerja migran maupun dengan keluarganya.

Kedua, menunjang informasi yang dibutuhkan para pekerja migran, baik dari sesama pekerja migran maupun dari Pemerintah. Dan ketiga, sebagai proteksi diri para pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, yang merupakan hal terpenting bagi para pekerja migran Indonesia. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.