Lumajang Gelar Bursa Inovasi Desa

Yovie Wicaksono - 13 December 2018
Para Peserta dan Pendamping Desa Berfoto Bersama di Bursa Inovasi Desa, Kabupaten Lumajang, Rabu (12/12/2018). Foto : (Super Radio/Fransiskus Wawan)

SR, Lumajang – Tiga nominasi video terbaik terpilih dalam Bursa Inovasi Desa (BID) yang digelar di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (12/12/2018). Ketiganya adalah video Jembatan Tenyar dari Desa Tekung Kecamatan Tekung (Bidang Infrastruktur), Perpustakaan Desa “Sumber Ilmu” dari Desa Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko (Bidang SDM), dan Godzilla Farm and Cafe dari Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduru (Bidang Kewirausahaan).

Bursa Inovasi Desa ini adalah kegiatan penyajian inovasi desa yang telah berhasil dilaksanakan oleh desa berdasarkan potensi yang dimiliki dalam kemasan capturing  atau menangkap video pendek dan didukung dengan media pembelajaran lainnya sehingga menjadi mudah untuk direplikasi oleh desa lain yang membutuhkan.

Proses capturing inovasi yang dilakukan oleh Tim Program Inovasi Desa (TPID) pada tiap kecamatan telah menghasilkan 106 video inovasi di 198 Desa di Kabupaten Lumajang dalam tempo 2 bulan pada tahun 2018 untuk di sajikan pada acara ini.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dalam sambutannya mengatakan,  ini adalah saat zaman keterbukaan dimana akses informasi sangat mudah didapat sehingga dengan program seperti ini, diharapkan mampu menginspirasi para stake holder desa untuk terus membangun desa khususnya pada sektor pertanian yang merupakan salah satu potensi Lumajang.

Pembangunan dengan menggunakan inovasi akan mendapatkan nilai tambah dengan memanfaatkan Dana Desa untuk mendorong terlaksananya pembangunan desa menuju Lumajang hebat dan bermartabat.

Kepala Dinas Lumajang, Patria Dwi Hastiadi APi menyampaikan output dari BID adalah munculnya komitmen Kepala Desa untuk mengembangkan inovasi yang telah ada sesuai dengan potensi desa, tentunya juga harus bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten.

Sementara itu, Tenaga Ahli Madya Peningkatan Kapasitas Program Inovasi Desa (TAM PK PID) Miftahul Munir yang mewakili dari unsur Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) 4 Jawa Timur juga mengatakan, BID merupakan program dari Kementrian Desa untuk menambah wawasan dan merubah pola pikir pemegang kebijakan ditingkat desa agar lebih inovatif dan kreatif dalam mengelola Dana Desa yang telah berjalan selama 4 tahun ini.

Turut hadir pula dalam acara ini Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) yang melayani konsultasi teknis terhadap desa yang berkeinginan mengembangkan6 inovasi, diantaranya CV. NULAN (Bidang Kewirausahaan), STIE Widyagama (Bidang Kewirausahaan dan SDM), HIPMI Lumajang (Bidang Kewirausahaan), IPPMI Lumajang (Bidang SDM dan Infrastruktur), Lembaga Pembangkit Listrik Skala Kecil Gunung Sawur (Bidang Infrastruktur), dan CV. NIHAYA ABADI (Bidang Infrastruktur).

Kegiatan BID di Kabupaten Lumajang dapat dikategorikan berhasil karena semua desa yang hadir mempunyai kemauan untuk mengembangkan inovasi dengan 164 desa telah mengisi kartu komitmen dengan didampingi pendamping desa masing-masing. (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.