Longsor di Lereng Gunung Wilis, 14 Keluarga Diungsikan

Petrus - 7 April 2017
Warga menunjukkan bagian rumah yang terdampak longsor di lereng Gunung Wilis, Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Empat belas (14) kepala keluarga yang tinggal di Dusun Selorejo, Desa Curat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, terpaksa dievakuasi untuk mengungsi di Balai Desa Curat. Mereka diungsikan ke balai desa, karena enam rumah yang ditempati tertimpa longsor dari atas tebing lereng Gunung Wilis.

Warga yang mengungsi terdiri dari orang dewasa, anak-anak, perempuan hingga lansia. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Randi Agata mengatakan, dari enam rumah yang terkena longsor, tiga rumah diantaranya mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Tidak hanya enam rumah, ada juga tujuh rumah lainya yang masuk dalam kategori rawan terkena longsor,” kata Randi.

Randi menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, untuk mendirikan dapur umum untuk menyediakan makanan bagi warga yang mengungsi.

“Dapur umum sudah kita kordinasikan dengan Dinas Sosial, itu untuk pagi ini. Jadi yang tinggal di pengungsian totalnya ada 14 kepala keluarga.” ujarnya.

Hujan deras selama kurang lebih tiga jam, yang mengguyur kawasan lereng Gunung Wilis menyebabkan tebing di area gunung itu longsor. Longsor yang terjadi secara tiba-tiba itu menimpa enam rumah warga di Disin Selorejo, Desa Curat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Beruntung dalam peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa dari warga. Enam rumah yang terdampak langsung dipasangi garis polisi oleh petugas dari Polsek Mojo. Sementara itu pihak BPBD masih belum memberi izin bagi warga, yang ingin kembali ke rumah mereka karena potensi longsor masih mungkin terjadi.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.