Lomba Tangkap Tikus di Ponorogo, Selamatkan Padi Sambil Dapat Hadiah

Yovie Wicaksono - 14 February 2018
Warga mempersiapkan peralatan untuk lomba menangkap tikus (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Ratusan petani di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, terlihat berduyun-duyun menuju Balai Desa. Mereka hendak mengikuti lomba menangkap tikus yang diadakan oleh Kepala Desa.

Sambil membawa peralatan untuk bercocok tanam seperti cangkul, sabit, linggis, juga balok kayu besar, mereka mengikuti instruksi kepala desa untuk pembagian wilayah gropyok atau tangkap tikus sawah.

Musim penghujan seperti ini, diakui oleh Kepala Desa, Barno, semua lahan persawahan di Desa Bringinan seluruhnya ditanami padi dengan usia mendekati masa berbuah. Hal ini yang membuat perkembangbiakan tikus juga semakin meningkat. Perkembangbiakan tikus yang menjadi hama padi, jadi alasan Barno untuk mengumpulkan warga khususnya petani, untuk mengikuti lomba tangkap tikus secara massal.

“Dibanding tahun lalu, sekarang ini memang luar biasa tikusnya, bahkan sudah banyak lahan berupa galangan sawah dan tanaman padi petani yang dirusak tikus,” Kata Barno.

Tidak hanya meminta warga menangkap tikus, Barno juga mewajibkan seluruh petani untuk membuat perangkap tikus. Untuk lomba menangkap tikus ini warga juga disediakan karbit sebanyak 50 kilogram, yang telah dipotong-potong dan dibagikan keseluruh warga yang mengikuti lomba.

“Selain kami sediakan karbit, juga ada bantuan alat dari dinas pertanian berupa corong yang diberi belerang bakar, itu nantinya dimasukkan ke dalam lubang tikus yang masih baru, harapannya tikus bisa keluar dari lubangnya atau malah mati di dalam lubang,” jelasnya.

Barno menjelaskan bahwa setiap tikus yang ditangkap nantinya akan dikumpulkan, dan warga yang berhasil menangkap tikus akan diberi hadiah. Tikus yang mati, oleh Barno dihargai Rp. 2.500 dan tikus yang masih hidup dihargai Rp. 5.000 per ekor. Menariknya, hadiah untuk menangkap tikus tidak hanya berlaku saat lomba seperti sekarang ini, melainkan berlaku seterusnya.

“Jadi tidak hanya waktu lomba saja, tikus yang ditangkap warga akan dibeli, melainkan selamanya jika ada warga yang berhasil menangkap tikus, baik itu hidup atau mati akan terus dibeli oleh desa,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.