Lokasi Longsor di Nganjuk Membentuk Sebuah Bendungan

Petrus - 11 April 2017
Kawasan longsor di Nganjuk yang membentuk semacam bendungan (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Nganjuk – Longsoran  tanah yang bergerak turun ke bawah di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk yang terjadi Minggu (9/4/2017) sore, membentuk sebuah bendungan dengan lebar 12 meter.

Komandan Penanggulangan Bencana, Letkol Arhanud Sri Rusyono mengatakan, temuan adanya bendungan akibat longsor baru diketahui pada hari pertama, ketika petugas gabungan melakukan survey dilokasi longsor.

Bendungan yang ditemukan tersebut memiliki kubikasi yang sangat besar, sehingga beresiko terjadi longsoran baru ke bawah. Kondisi ini diperparah lagi dengan kondisi struktur tanah yang masih labil atau basah. Bendungan terbentuk karena sebelumnya terdapat aliran sungai dibawah lokasi longsoran.

“Kondisi tanah disana masih labil, setelah longsor turun terbentuklah bendungan,” jelas Sri Rusyono.

Setelah Survey dilakukan, tim kemudian melakukan evaluasi dengan melibatkan dan mendengar secara langsung  masukan dari Basarnas dan BPBD, yang memiliki pemgalaman dalam penyelamatan korban bencana.

Dari hasil rapat evaluai ini telah diputuskan untuk membentuk sebuah tim SAR, yang anggotanya terdiri dari enam orang yang betugas untuk mencari keberadaan korban. Secara teknis anggota SAR akan mempola pelaksanaan dengan menyiapkan rute yang aman.

Bencana longsor terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, mengakibatkan 5 warga hilang dan hingga sekarang belum ditemukan.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.