“Loemadjang Djadoel” Jadi Destinasi Wisata Budaya di Lumajang

Yovie Wicaksono - 9 December 2018
Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati membuka acara Loemadjang Djaman Doeloe (Djadoel). Foto : (Humas Pemkab Lumajang)

SR,  Lumajang – Bupati Lumajang Thoriqul Haq berharap kegiatan “Loemadjang Djadoel” yang merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Lumajang dapat menjadi destinasi wisata budaya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Kami berharap Loemadjang Djadoel menjadi destinasi wisata yang dapat disinggahi masyarakat secara nasional,” kata Thoriqul Haq dalam siaran pers yang diterima Antara di Lumajang, Minggu (9/12/2018).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menggelar even “Loemadjang Djaman Doeloe (Djadoel)” yang merupakan tahun keempat dalam rangka memperingati Hari Jadi Lumajang ke-763 di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) Lumajang, Sabtu (8/12/2018) malam.

Dalam kegiatan tersebut diingatkan kembali memori-memori zaman dulu dan diharapkan dapat menjadi media perekat rasa cinta dan semangat gotong royong dalam rangka membentuk karakter positif generasi zaman sekarang di Kabupaten Lumajang.

“Tahun ini tidak hanya berbagai pameran saja yang bisa dinikmati masyarakat, namun juga berbagai pelayanan juga turut dihadirkan dalam even Loemadjang Djadoel. Kegiatan itu menjadi daya tarik perekonomian baru, ada produk-produk UKM yang dapat dilihat dan ada juga berbagai pelayanan seperti administrasi kependudukan, donor darah, pelayanan KB,” tuturnya.

Thoriqul Haq berharap kegiatan itu dapat diselenggarakan dalam skala nasional. Terkait hal itu, ia meminta Dinas Pariwisata Provinsi Jatim bisa mengkomunikasikan dengan Kementerian Pariwisata untuk berkolaborasi dalam Loemadjang Djadoel di skala nasional, sehingga wisatawan dari luar daerah bisa berkunjung.

Sementara Wakil  Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan pelaksanaan kegiatan Loemadjang Djadoel tahun depan bisa berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata.

“Loemadjang Djadoel patut untuk dilestarikan dan dikembangkan sebagai sarana memamerkan produk UMKM dan produk unggulan asli Lumajang,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Indriyanto menjelaskan bahwa dalam acara itu dipamerkan perkampungan Lumajang zaman dulu, permainan tradisional, kuliner dan berbagai spot menarik untuk berfoto, bahkan masyarakat yang hadir dalam kegiatan itu diharapkan memakai pakaian zaman dulu.

“Pameran potensi kepariwisataan, ekonomi industri, daya tarik pariwisata dan seni budaya yang bertujuan mengenalkan potensi Lumajang dan meningkatkan perekonomian masyarakat Lumajang,” ujarnya.

Terdapat sekitar 206 stand yang berpartisipasi dalam kegiatan tahunan tersebut, baik dari dalam dan luar Kabupaten Lumajang. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang menargetkan jumlah pengunjung yang datang sebanyak 10.000 orang. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.